fbpx

Branding - Marketing - Sales. Apa Bedanya? Apa Kaitannya?

September 15, 2021

Buat orang seperti kamu yang selalu terhubung dengan topik bisnis, informasi terkait strategi branding, marketing, dan sales adalah makanan sehari-hari.

Tapi kamu pasti gak menyangka, ternyata di antara orang-orang yang memiliki bisnis, masih ada yang kebingungan dengan ketiga hal ini.

Dikira branding hanya tentang visual. 

Dikira marketing hanya tentang memilih platform yang akan digunakan. 

Dikira sales hanya tentang menghubungi nomor telepon dan memberikan penawaran pada mereka.

Di tulisan kali ini, kita bakal coba jelaskan ulang tentang branding - marketing - sales, mulai dari apa bedanya dan apa kaitannya.

Branding

Kalau kamu juga menganggap branding adalah tentang desain visual, gak salah kok. 

Logo, warna, icon, pemilihan font, pemilihan gambar memang bagian dari branding. 

Tapi coba lihat gambar berikut ini:

Bagian yang ada di permukaan adalah aspek-aspek visual yang mungkin sudah kamu kenal.

Tapi sebelum menyusun semua aspek visual tersebut, ada hal yang jauh lebih perlu diperhatikan di awal pembentukan sebuah brand, yaitu strategi.

Brand Strategy merupakan rangkaian aktivitas untuk membuat brand kamu lebih relevan dengan para pelanggan.

Coba cek gambar berikut ini. Kalau kamu menyusun Brand Strategy di Akarmula, ini adalah semua hal yang akan kita susun.

Banyak banget ya?

Bahkan desain visual yang kamu kira adalah “branding”, ternyata hanya sebagian kecil dari seluruh proses branding sesungguhnya.

Mulai dari riset pelanggan, sampai penciptaan karakter brand perlu dilakukan sebelum menyusun aspek visual.

Desain visual baru akan bermanfaat dan tepat guna kalau kita menyusun semuanya di atas sebuah strategi yang jelas.

Tanpa Brand Strategy yang jelas, kamu akan kebingungan dalam menentukan topik konten, materi iklan, gaya penulisan, cara komunikasi visual, dan yang paling parah–sulit memunculkan konsistensi.

Padahal seperti yang kita tahu, branding itu erat sekali dengan yang namanya konsistensi.

Anyway, jadi kalau mau disimpulkan, singkatnya branding adalah rangkaian aktivitas untuk menjaga relevansi brand dengan pelanggan, lewat konsistensi karakter–verbal & visual.

Marketing

“Wait… tadi waktu bahas branding, bukannya kita sudah melakukan riset ideal target market di sana? Bukannya itu tugas marketing?”

Mungkin beberapa dari kamu berpikir seperti itu. Tapi justru di situlah poin yang mau disampaikan. Branding dan marketing itu beririsan dan tidak untuk dipisahkan.

Kalau di dalam branding tadi kita menyusun karakter, maka marketing adalah saat kita mengaktifkan itu semua secara konsisten. Seperti yang kita tahu, marketing sendiri meliputi kegiatan market research dan advertising.

Dengan menyusun Brand Strategy di Akarmula, kamu sudah sedikit lebih ringan dalam menyusun rencana marketing kedepannya.

Kamu gak perlu lagi riset market dari awal, kamu gak perlu lagi susun positioning, kamu gak perlu lagi bingung pilih kanal marketing yang cocok dengan pelanggan potensial, kamu gak perlu lagi bingung issue dan topik apa yang relevan dengan para pelanggan. 

Semua tinggal kamu aktifkan dalam bentuk aktivitas beriklan (advertising) yang tepat!

Sales

Kalau bisa diibaratkan, aktivitas sales itu jantungnya sebuah bisnis. Kalau aktivitas ini berhenti, lama-lama bisnis bakal mati.

Aktivitas ini pusatnya transaksi. Makin menarik penawaran dan value yang kita punya, makin banyak orang rela membelanjakan uang mereka.

Sales yang baik dilakukan terarah dan terukur.

Pernah dengar yang namanya Sales Funnel kan? Cek gambar berikut ini.

Karena sales adalah aktivitas yang terarah dan terukur, pelanggan potensial yang datang akan diarahkan supaya mereka Tahu - Kenal - Suka - Ingin Memiliki - Membeli - Loyal.

Ada data metrik yang perlu kita ukur di setiap tingkatan funnel. Semakin baik ukuran datanya, semakin tinggi pula peluang terjadi transaksi.

Untuk meningkatkan dan membuat semua data metrik menjadi lebih baik, di situ lah keterkaitan antara 3 aktivitas ini menjadi penting.

Keterkaitan Branding - Marketing - Sales

Bayangkan kamu saat ini adalah seorang desainer grafis yang bekerja di satu divisi marketing sebuah perusahaan. 

Atasan kamu datang untuk minta tolong dibuatkan materi iklan untuk promosi brand baru yang akan ditayangkan sore ini.

Dadakan memang. Tapi namanya karyawan bisa apa. Kamu bergegas untuk membuat materi tersebut.

Baru membuka aplikasi, kamu sadar: “detail iklannya harus gimana ya?”

Kamu akhirnya menghubungi si atasan tadi untuk menanyakan detail iklan. Tanpa disangka, atasan kamu bilang “udah, bikin kayak punya kompetitor aja…”

Di situ lah kecelakaan sebuah brand terjadi.

Sekarang kita ubah sudut pandangnya.

Kamu adalah pemilik bisnis yang mempekerjakan si manajer marketing dan desainer grafis tadi. Kalau tim yang kamu punya bekerja seperti itu, apa perasaan kamu?

Kebingungan yang dialami desainer grafis dan manajer tadi adalah hal yang wajar ketika brand kamu tidak memiliki guideline yang jelas.

Tidak tahu siapa ideal target marketnya, tidak tahu apa yang mereka inginkan, tidak tahu harus buat materi iklan seperti apa, dan ketika semua tidak tahu... ujungnya hanya “udah contek punya kompetitor aja.”

Brand Strategy yang tepat memastikan kamu terhindar dari hal tersebut.

Brand Strategy yang tepat memastikan kamu dan seluruh tim akan lebih mudah menyampaikan semua pesan lewat iklan yang akan ditayangkan.

Ketika semua pesan tersampaikan pada orang yang tepat, dengan cara yang tepat, di waktu yang tepat, sales akan mengalami peningkatan.

Itu kan yang kamu mau?

Article written by Lintang Noviantara
Brand Strategist at Akarmula

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram