fbpx

Pahami Apa Itu Brand Tone of Voice dan Pentingnya bagi Bisnismu.

April 11, 2023
Ilustrasi Tone of Voice

Apa itu brand tone of voice? Brand tone of voice adalah sebuah cara bagi sebuah bisnis untuk mengomunikasikan pesan yang dibawa brand kepada target audience. Brand tone of voice tidak hanya terbatas pada pemilihan panggilan untuk calon konsumen. Namun, juga berisi pemilihan diksi yang digunakan serta cara pembawaan sebuah pesan. 

Mengapa?

Seperti yang kita tahu, sebuah brand bukan hanya sekedar nama untuk produk yang kita jual. Brand berisikan value yang kita percaya, pesan yang ingin kita sampaikan, hingga sebuah filosofi kita dalam berbisnis.

Key Takeaways:

  • Memiliki brand tone of voice itu penting agar komunikasi kita ke konsumen bisa terjalin lebih baik lagi.
  • Cara menentukan brand tone of voice yang tepat adalah dengan mengenal konsumen kita dan media penyampaian komunikasi dengan sangat baik.

Memiliki brand tone of voice artinya memiliki “pedoman” komunikasi kepada pelanggan untuk kamu dan seluruh tim. Tujuannya tentu saja untuk menjaga kedekatan kita dengan konsumen.

Apa itu Brand Tone of Voice?

Seperti yang sudah ada di paragraf pertama tentang apa itu brand tone of voice, brand tone of voice adalah cara untuk menyampaikan pesan dalam bisnis atau brand kita kepada audience kita. Sebuah brand tone of voice ditentukan oleh market dan juga brand audience.

Apa bedanya market dan brand audience?

Jika kita hanya memikirkan cara untuk berkomunikasi dengan brand audience — orang yang telah mengenal brand kita — kita akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ada dalam market itu. Ini dibutuhkan untuk menjangkau market yang lebih luas lagi.

Brand tone of voice memberikan sebuah guidance kepada kita agar cara komunikasi kita tidak berubah-ubah dan melekat di pikiran calon konsumen. Sama dengan prinsip pengulangan pada sebuah iklan, cara kita berkomunikasi juga perlu terus berulang agar bisa menjadi sebuah ciri khas yang dicintai oleh target market.

Ketika berbicara soal branding, brand tone of voice adalah salah satu elemen yang perlu ditentukan terlebih dahulu, karena brand tone of voice akan menentukan pemilihan warna, elemen grafis, font, dan aset visual lainnya yang akan digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan dari sebuah brand. 

Mengapa ini penting?

Salah satu pertimbangannya adalah era digital.

Di era digital seperti ini, manusia terus-terusan dibanjiri oleh iklan, promo, informasi, gosip, hingga blunder dari berbagai brand ataupun individu. Sebagai pemilik bisnis, kamu tentu tidak ingin brand yang sudah kamu buat dengan susah payah tenggelam di tengah lautan informasi di dunia maya, kan?

Salah satu cara untuk keluar dari kerumunan itu adalah dengan memberikan sebuah pesan yang unik, konsisten, valuable, dan relate dengan target market. Mulailah dengan brand tone of voice yang baik.

Jika kamu masih belum mendapat gambaran yang jelas soal betapa pentingnya brand tone of voice, Akarmula sudah menyiapkan rangkumannya khusus untuk kamu.

Brand tone of voice adalah representasi bisnismu

Menurut forrester research, proses pembelian sebuah produk secara online di masa ini membuat konsumen sama sekali tidak berkomunikasi dengan penjual sebelum 90% proses pembelian itu selesai.

Contohnya seperti ini, ketika kamu ingin membeli sebuah mouse untuk keperluan sehari-hari di sebuah marketplace. Coba hitung berapa kali kamu berkomunikasi dengan manusia? Sebagian besar hal yang perlu kamu lakukan hanya “berbicara” dengan konten atau mesin, kan?

Maka dari itu, sebuah “tulisan” kini memiliki tugas yang sangat besar untuk bisa meyakinkan seorang calon konsumen agar bisa membeli produk. Secara otomatis kamu akan membutuhkan sebuah tone of voice yang benar-benar works untuk membuat orang percaya kepada brand kamu pada interaksi pertama mereka.

Melihat customer behaviour saat ini, tone of voice yang baik dalam pembuatan sebuah konten, baik konten grafis, video, ataupun audio adalah sebuah kewajiban agar konten-konten tadi dapat “menggantikan” kamu untuk berkomunikasi dengan calon konsumen selama 24/7. 

Membantu Kamu Muncul di Permukaan

Seperti yang kita bahas sebelumnya, dunia saat ini penuh dengan distraksi. Jika kamu telah memiliki brand tone of voice yang baik, itu akan membantumu untuk lebih mudah di-notice oleh konsumen karena mereka telah mengerti cara komunikasi seperti ini adalah cara komunikasi dari brand mu.

Brand tone of voice adalah sebuah identitas yang bisa menjadi pendukung dari logo brand itu sendiri. Tanpa perlu melihat logo, konsumen akan langsung mengenali cara komunikasi unik yang sudah kamu susun.

Setiap touchpoint yang kamu miliki akan semakin kuat pengaruhnya ketika brand tone of voice milikmu sudah melekat di pikiran konsumen.

Memanusiakan Sebuah Brand

Era digital membantu hampir semua proses bisnismu menjadi otomatis. Hal ini bukannya tanpa kekurangan. Hilangnya human touch pada proses belanja online saat ini membuat konsumen sulit untuk menjadi loyalis sebuah brand.

Jika kamu terbawa arus dan membuat semuanya serba mesin, tidak akan mungkin terjadi chemistry antara kamu dan konsumen. Akhirnya yang terjadi adalah setiap saat kamu harus berusaha mencari pelanggan baru yang tentu akan menelan biaya yang lebih besar daripada membuat konsumen repeat order.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan brand tone of voice yang menunjukkan empati, kasih sayang, dan kepedulian kepada konsumen. 

Konsumen lebih suka berinteraksi dengan brand yang rasanya seperti kerabat dekat mereka, ini membantu mereka agar lebih percaya dan terikat pada sebuah brand.

Membantu Sebuah Bisnis untuk Fokus

Masih ingat dengan perkataan Seth Godin tentang jika kamu berusaha menjual ke semua orang, artinya kamu tidak menjual kepada siapapun?

Sekedar informasi, perkataan ini masih relevan untuk membangun bisnis di masa kini. Kompetisi makin ketat dan keras, jika kamu tidak fokus pada satu segmen konsumen bisnismu akan sangat sulit untuk berkembang. Selain itu, mencoba untuk menarik semua segmen akan membuat “bensin” bisnismu cepat habis — alias boncos.

Dengan memiliki brand tone of voice akan membantu kamu untuk disiplin dan fokus pada satu segmen pasar. Ini juga membantu kamu dalam menyusun strategi marketing yang sesuai untuk segmen yang kamu bidik.

Fokus dan disiplin adalah kunci penting untuk mempertahankan bisnis di masa kini.

Perbedaan Brand Tone of Voice dan Brand Voice

Apakah ada yang merasa bingung untuk membedakan antara apa itu brand tone of voice dan brand voice?

Sebagai cara mudah untuk membedakannya, brand voice adalah pesan yang ingin disampaikan. Sedangkan brand tone of voice adalah cara kamu menyampaikan pesan tersebut.

Contohnya seperti ini, pesan yang kamu bawa pada sebuah brand tentu tidak akan berubah-ubah, bukan? Karena brand voice berisi value-value yang kamu percaya dan kamu ingin menyampaikan ini ke konsumen.

Nah, brand tone of voice membantu kamu untuk menentukan mood dalam penyampaian pesan ini. Terkadang ada situasi-situasi tertentu yang memaksa kamu untuk mengubah cara penyampaian sebuah pesan untuk satu segmen pasar. 

Brand tone of voice membantu kamu untuk bisa tetap relate dengan segmen itu tanpa harus mengubah pesan yang kamu bawa dalam sebuah brand.

Ingat, pesan yang baik jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat akan sama buruknya dengan sebuah pesan buruk.

Apakah sudah menjawab kebingunganmu tentang ini?

Jika belum, silahkan lanjutkan membaca artikel ini untuk membantu kamu makin memahaminya. Di sub bab berikutnya kita akan melihat brand tone of voice dari berbagai brand terkenal di dunia.

Contoh Tone of Voice dari Brand Terkenal di Dunia

Memahami tentang brand tone of voice akan lebih baik jika menggunakan contoh. 

Kami telah mengumpulkan berbagai contoh tone of voice yang digunakan oleh berbagai brand terkenal, semoga bisa membantu.

  • Starbucks

    Tone of voice yang dipilih oleh Starbucks adalah functional dan expressive.

    Functional, artinya Starbucks ingin membantu pelanggan untuk mendapatkan pengalaman yang mudah dan menyenangkan selama melakukan pembelian baik offline (in-store) maupun online. Tone of voice ini digunakan terutama pada instruksi untuk menemukan alamat toko dan cara pemesanan. Functional di sini bukan kaku namun lebih ke arah yang jelas dan memudahkan.

    Expressive, tone of voice ini digunakan untuk menunjukkan produk Starbucks dengan cara yang fresh, relevant, dan menarik bahkan hanya dengan beberapa kata saja. Starbucks ingin menunjukkan bahwa brand-nya mampu membuat konsumen tersenyum sepanjang hari.
  • Nike

    Tone of voice yang dibawa oleh Nike adalah percaya diri dan tegas.

    Ini ditunjukkan pada pemilihan kata seperti “Just Do It” dan “Run the day. Don’t Let It Run You”. Melalui berbagai campaign ini, Nike ingin mengajak audience untuk percaya diri dalam menghadapi segala rintangan yang mereka hadapi setiap harinya.
  • Coca-Cola

    Seperti yang kita tahu, Coca-cola ingin produknya dikenal sebagai produk yang cocok untuk digunakan dalam berbagai perayaan dan momen-momen berkumpul bersama keluarga.

    Untuk menguatkan hal ini Coca-cola menggunakan tone yang ramah, membawa kesan positif, dan rendah hati. 

    Hal ini dibuktikan dengan salah satu campaign mereka yaitu "The simple pleasure of drinking any Coca-Cola makes the moment more special."

    Tone of voice seperti ini akan membuat kita ingin untuk mengulang kembali momen-momen berkumpul bersama teman atau keluarga.

Cara Menentukan Tone of Voice untuk Brand

Setelah melihat contoh-contoh keren di atas, mungkin kamu sudah tidak sabar untuk meniru tone of voice yang mereka gunakan.

Tapi, tunggu dulu. Sebelum menentukan tone of voice untuk brand kamu, kamu perlu memahami step-by-step menentukan brand tone of voice. Berikut langkahnya:

  • Mengenali Audience

    Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja mengetahui siapa yang akan kita ajak komunikasi.

    Tidak hanya sekedar tahu, kita perlu mengenal calon target market kita dengan mendalam. Mulai dari aspek demografi, psikografi, dan kebiasaan konsumen.

    Contohnya, ketika targetmu adalah anak muda di umur 18-25 tahun, tone of voice yang kaku dan terlalu formal nggak akan berhasil ke mereka. Namun, jika target marketmu adalah orang dewasa umur 40-50 tahun, gaya bahasa yang formal, sopan, dan sederhana adalah pilihan yang tepat.
  • Memiliki Ciri Khas Unik

    Brand tone of voice adalah identitas brand kita. Maka dari itu kita perlu mencari faktor unik untuk membuat tone of voice yang mudah diingat konsumen.
  • Konsisten

    Selanjutnya adalah konsisten, tone of voice akan lebih mudah dikenal jika kamu menggunakan itu di semua touchpoint yang kamu miliki. Jangan terlalu cepat berubah.

60 Minutes About Your Brand adalah solusi yang tepat untuk kamu,  di sini kamu bisa mendapatkan kosnultasi GRATIS dari expert yang akan membantu kamu untuk menentukan brand tone of voice yang tepat untuk bisnismu.

Question to Consider

  • Apakah tone of voice yang kamu pilih sekarang sudah tepat untuk bisnismu?
  • Bagaimana cara memilih tone of voice yang bisa mempresentasikan bisnismu dengan baik?
Article written by Kusuma

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram