fbpx

Cara Menentukan Harga Jual

October 4, 2022

Cara menentukan harga jual yang pas itu adalah skill wajib seorang pebisnis. Harga yang pas akan berpengaruh pada banyak hal.

Harga jual produk itu sangat sensitif. Kalau terlalu mepet dengan modal, kita nggak akan untung. Tapi, kalau kita menentukan harga jual terlalu tinggi, maka besar kemungkinan produk nggak akan laris di pasaran.

Untuk itu, ada yang disebut dengan price strategy, yaitu sebuah cara menentukan harga jual produk. Kamu bisa lebih mudah cari jalan tengah ketika bingung mau kasih harga berapa. Yuk simak ulasan di bawah ini, biar makin paham cara menentukan harga jual produk.

Apa Sih Price Strategy Itu?

Dalam praktiknya, price strategy menjadi salah satu cara yang akan membantu calon pelanggan untuk bisa menilai tentang seberapa “berharga” produk yang kamu jual.

Melalui harga yang kita tentukan, calon pelanggan akan mempertimbangkan apakah mereka akan membeli atau tidak produk tersebut. Bisa dibilang, harga adalah gerbang utama dalam penjualan produk.

Tidak hanya berpengaruh untuk pelanggan saja. Price strategy juga sangat sangat krusial bagi pemilik brand. Kesalahan ketika menentukan harga jual produk bisa ber-impact pada banyak hal. Seperti, kas keluar dan masuk, modal usaha, profit, bahkan biaya operasional dan biaya produksi. Oleh karena itu, kita nggak bisa asal-asalan dalam menentukan harga jual. 

Kamu pasti pernah menemukan harga produk yang nggak pas satuan rupiahnya, misalnya Rp.499.999. Atau sebuah promo yang bikin kamu makin dilema mau beli dengan jumlah berapa, seperti “Tambah Rp.5000 dan dapatkan size large”. Permainan harga seperti ini adalah beberapa contoh dari price strategy.

Setelah mengetahui apa itu price strategy secara definisi, maka kita akan bahas tentang aspek penting dan strategi khusus untuk menentukan harga jual yang tepat untuk produk kita.

Baca Juga: Teknik Storytelling Dalam Branding

3 Aspek Penting Penentuan Harga Jual

Ketika bicara tentang cara menentukan harga jual produk, maka ada 3 aspek penting yang tidak bisa dilewatkan. 3 aspek ini yang akan membantu kita untuk memilih strategi mana yang paling tepat.

  1. Biaya Variabel

Biaya variabel ini bisa juga disebut dengan modal usaha. Jumlahnya tentu akan sangat variatif tergantung jumlah produk yang diproduksi. Semakin tinggi jumlah produknya, maka semakin besar biaya variabelnya.

Adapun dalam biaya variabel ini meliputi beberapa hal seperti, biaya bahan baku, biaya produksi, dan komisi.

Sebelum kita menentukan berapa harga jual produk, kita perlu menghitung dulu berapa jumlah biaya variabel yang dikeluarkan dalam satu kali produksi. 

  1. Biaya Tetap

Kalau biaya variabel jumlahnya bisa sangat bervariasi, maka biaya tetap sebaliknya. Biaya tetap merupakan biaya yang wajib dibayarkan oleh pemilik brand dengan jumlah yang tetap setiap bulannya. Tidak peduli untung atau rugi, jumlah biaya tetap akan selalu sama.

Contoh biaya tetap itu seperti biaya sewa gedung, biaya pajak, gaji karyawan, dan sejenisnya.

Baik biaya tetap maupun biaya variabel akan sangat menentukan berapa jumlah yang harus dibebankan terhadap satu produk.

  1. Margin Profit

Setiap pemilik bisnis pasti menginginkan profit yang besar. Ini dihitung dengan hitungan:

Margin Profit = Revenue - (Biaya Variabel + Biaya Tetap) / Revenue

Hitungan ini yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu indikator seberapa jauh sebuah bisnis dikatakan mengalami pertumbuhan. Profit juga yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan sebuah brand.

7 Cara Menentukan Harga Jual Produk

Kita nggak akan bisa mengendalikan pelanggan untuk selalu membeli produk kita. Tapi, kita bisa mengendalikan harga jual untuk menambah peluang terjualnya produk. Ada setidaknya 7 cara yang sering digunakan untuk menentukan harga jual produk.

  1. Value-based pricing

Value based pricing adalah salah satu cara menentukan harga jual produk berdasarkan atas “nilai” barang tersebut. Penentuan harganya tidak didasarkan atas jumlah biaya produksi atau jumlah harga produk kompetitor, melainkan pada pelanggan.

Kita akan melakukan analisa tentang “seberapa berharganya produk tersebut di mata pelanggan”. 

Jadi, value based pricing ini bisa juga disebut dengan customer based pricing karena memang fokus utamanya ada di tangan pelanggan.

  1. Competitive pricing

Cara menentukan harga jual produk yang kedua adalah competitive pricing. Dalam competitive pricing, penentuan harga jual dibebankan pada kompetitor. Jadi, kita akan sangat terpengaruh dengan kompetitor.

Strategi ini biasanya digunakan oleh bisnis pemula untuk mendapatkan pelanggan. Pebisnis awal akan cenderung menjual produk di bawah harga kompetitor. Dengan begitu, pelanggan akan lebih mudah tertarik untuk membeli.

Tapi, strategi ini sangat beresiko dan membuat bisnis sulit berkembang.

  1. Price skimming

Price skimming adalah salah satu strategi penentuan harga jual dengan menetapkan harga tertinggi yang masih bisa ditoleransi, kemudian menurunkannya secara bertahap dalam beberapa waktu.

Tujuan dari price skimming adalah melihat ketertarikan pelanggan tentang produk kita. Selain itu, price skimming juga sangat berguna untuk kita yang ingin menentukan di mana sebenarnya target pasar yang pas.

Tapi, kita perlu hati-hati dalam menentukan price skimming. Karena akan sangat beresiko bagi produk kita.

  1. Cost-plus pricing

Dari semua cara menentukan harga jual produk, cost-plus pricing adalah yang paling sederhana. Namun dalam praktiknya strategi ini hanya ideal untuk produk fisik. 

Cara kerjanya adalah dengan menghitung biaya produksi produk, kemudian menambahkan beberapa persen keuntungan untuk mendapatkan harga jual. Cross plus price bisa dihitung dengan rumus “maket profit” yang sudah dijelaskan di atas.

  1. Penetration pricing

Ketika brand mengeluarkan produk baru, mereka akan kesulitan untuk mengenalkan produk tersebut, apalagi membuat pelanggan menyukainya. Dengan kondisi ini penetration pricing bisa menjadi solusi.

Dengan penetration pricing berarti kita akan menjual produk baru di bawah harga kompetitor. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan awareness pelanggan.

  1. Economy pricing

Economy pricing adalah cara menentukan harga jual produk dengan menetapkan harga lebih rendah dari harga pasar atau pesaing. Strategi ini digunakan untuk mempercepat jumlah penjualan produk.

Fokus utama dari strategi economy pricing adalah menjual sebanyak mungkin barang dalam waktu cepat. Jadi, semakin banyak barang yang bisa terjual, maka semakin cepat pula brand mendapatkan profit penjualan.

  1. Dynamic pricing

Yang terakhir adalah dynamic pricing. Dalam dynamic pricing pemilik brand akan memainkan harga jual tergantung permintaan dan penawaran pasar. Jadi, jika penawaran lebih banyak, harga akan meningkat, begitu juga sebaliknya.

Dynamic pricing ini cukup sering digunakan oleh brand namun sangat dibenci pelanggan. Karena dengan strategi ini, pelanggan tidak bisa mengatur pengeluaran mereka.

Itu tadi beberapa strategi yang bisa kamu pakai dalam menentukan harga jual produk. Kamu bisa pilih strategi manapun asalkan sesuai dengan tujuan dan karakter brand kamu. Jangan lupa juga untuk selalu mengukur keberhasilan strategi yang kamu tentukan. Kalau semua strategi terukur, brand jadi makin mudah untuk tumbuh.

Baca Juga: Strategi Branding Paling Penting: 5 Langkah memahami Siapa Ideal Target Market Kita

Key Takeaways

  • Price strategy adalah jumlah harga yang diterapkan untuk produk brand. Dalam praktiknya, price strategy menjadi salah satu indikator bagi calon pelanggan untuk bisa menilai tentang seberapa “berharga” produk yang dijual.
  • Ada tiga aspek penting dalam menentukan price strategy yaitu, biaya variable, biaya tetap, dan margin profit.
  • Terdapat setidaknya 7 strategi menentukan harga jual produk, yaitu Value-based pricing, price skimming, competitive pricing, cost-plus pricing, penetration pricing, economy pricing, dan dynamic pricing.
  • Dalam memilih strategi penentuan harga jual produk, perlu penyesuaian dalam beberapa hal yang berkaitan dengan karakter dan goals brand masing-masing. Untuk itu, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan strategi yang akan digunakan.
Article written by Laillia Dhiah Indriani

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram