fbpx

Cara Menyusun Brand Style Guide Biar Pelanggan Makin Mudah Mengenal Kita

July 29, 2021

Mungkin waktu kuliah kamu pernah menjumpai orang dengan style yang agak aneh. Bahkan ada juga yang style-nya cenderung acak-acakan atau malah terlalu “terbuka”. Padahal, saat itu dia sedang berada di lingkungan yang rapi dan semua ada aturan yang perlu dipatuhi.

Bisa jadi orang tersebut ingin tampil beda dan unik. Memang, perhatian semua orang bisa jadi akan tertuju padanya. Tapi pertanyaanya, apakah persepsi orang terhadap tampilannya akan positif? Jangan-jangan yang dipersepsikan malah negatif. 

Sama seperti orang yang gak bisa dandan tadi, sering kita temui brand-brand yang masih kesulitan memadu-padankan visual ekspresinya. Hasilnya? Warnanya berantakan, visualnya gak konsisten, dan pada akhirnya bikin pelanggan potensial lari.

Penting bagi sebuah brand untuk menjadi unik. Tapi lebih penting lagi untuk menjaga konsistensi visual yang sesuai dengan karakter dan siapa target audience dari brand kita.

Dalam kondisi ini lah kita membutuhkan sebuah brand style guide.

Apa sih Brand Style Guide Itu ?

Seperti namanya, Brand Style Guide merupakan panduan atau pedoman untuk mempermudah kita dalam menyusun konsistensi visual dalam berkomunikasi dengan pelanggan. 

Brand Style Guide berisi petunjuk dan batasan agar penampilan brand bisa konsisten sesuai dengan karakternya. Isinya bisa beragam, tergantung kebutuhan masing-masing brand. 

Biasanya yang masuk ke Brand Style Guide antara lain: logo, tone warna, typeface, supergraphic, imagery, style layout, web style, dan penerapan di berbagai kolateral brand lainnya.

Kenapa Kita Butuh Brand Style Guide

Brand Style Guide bakal bikin brand kamu jadi lebih terlihat autentik. Selain itu, saat diaktivasi dalam jangka panjang, brand recognition akan semakin kuat. Otomatis pelanggan potensial akan lebih mudah mengenalimu dibanding brand kompetitor. 

Tentunya agar semua itu terwujud, Brand Style Guide perlu dirancang sesuai dengan karakteristik pelanggan yang ingin kamu ajak berkomunikasi. (disusun secara demographic dan psychographic).

Jadi Kapan Sebaiknya Kita Menyusun Brand Style Guide?

Makin cepat makin baik. Sebaiknya sebuah brand menyusun Brand Style Guide sejak awal. Sejak pertama kali brand akan launching. Tujuannya agar kedepan kamu bisa lebih fokus dalam menjalankan aktivitas marketing. 

Karena ketika kita gak menyusun Brand Style Guide dari awal, bisa jadi kita harus melakukan rebranding di tengah jalan nanti.

Faktanya, budget yang dikeluarkan untuk melakukan rebranding jauh lebih besar daripada ketika kita menyusun semuanya sejak awal. Kita perlu merombak semua tampilan, mulai dari packaging, outlet, seragam karyawan, dan berbagai kolateral brand lainnya.

Terus, kalau sudah terlanjur jalan tapi gak punya guide gimana dong?

Untuk brand yang udah terlanjur jalan, sebaiknya penyusunan Brand Style Guide dilakukan sesegera mungkin. Mending terlambat daripada gak sama sekali. 

Tapi apa masih perlu? Kan pelanggan udah kenal tuh?.

Coba tanyakan lagi ke diri kamu sendiri. Apakah saat ini visual brand kamu sudah bisa berkomunikasi secara maksimal? Apakah sudah autentik? Apakah sudah konsisten? Apakah pelanggan sudah lebih mudah mengenali kamu?

Kalau sudah, selamat kamu gak perlu rebranding. Tinggal kumpulin semua aspek visual brand kamu dan buat dalam bentuk dokumen yang solid. Tujuannya biar kalau harus delegasi pekerjaan yang berkaitan visual, flow kerja tim kamu gak berantakan.

Gimana Sih Cara Bikin Brand Style Guide

Ketika menyusun Brand Style Guide hal pertama yang harus kita lakukan adalah memahami brand strategy kita lebih dulu. Brand strategy ini berisi tentang esensi keberadaan brand kita plus informasi tentang brand positioning.

Setelah brand strategy tersusun, langkah selanjutnya adalah menyusun brand expression. Brand expression meliputi Verbal Expression dan Visual Expression itu sendiri.

Brand expression perlu disusun terlebih dahulu agar semua ekspresi brand kita sejalan dengan brand core message yang sudah kita dapat dari proses penyusunan brand strategy.

Setelah semua itu terangkum, barulah kita bisa mendapatkan bahan untuk menciptakan Brand Style Guide.

Jadi singkatnya Brand Style Guide perlu dibuat sesuai dengan ekspresi yang ingin kita tampilkan secara konsisten dan disesuaikan dengan pesan yang brand kita bawa. 

Gimana, mudah kan cara menyusun Brand Style Guide.

Kalau kamu berencana bikin Brand Style Guide, atau sekarang emang lagi bikin dan bingung cara menyusunnya secara lengkap, tenang!

Akarmula punya sesi 60 Minutes About Your Brand yang bisa kamu ikuti secara gratis. Kamu bisa konsultasikan GRATIS dan secara 1 on 1. Selama 60 menit, semua keresahan yang kamu temukan saat membangun brand bisa kamu curahkan. Klik tombol di bawah ini untuk registrasi.

Article written by Lintang Noviantara
Brand Strategist at Akarmula

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram