fbpx

Menghindari Perang Harga agar Bisnis Tetap Profitable

May 9, 2023

Bagaimana cara untuk menghindari perang harga?

Artikel ini akan dimulai dengan beberapa pertanyaan yang perlu kamu jawab terlebih dahulu.

Kenapa membangun sebuah bisnis?

Bagaimana cara bisnis bisa bertahan?

Apa yang harus dimiliki agar bisnis bisa berkembang?

Bagaimana cara sebuah bisnis bisa memberikan dampak untuk masyarakat luas?

Apa kamu sudah menemukan jawabannya?

Untuk menjawab semua pertanyaan itu, sebenarnya ada satu kata yang akan selalu ada yaitu, profit atau untung.

Key Takeaways:

  • Nyawa dari sebuah bisnis adalah profit.
  • Untuk bisa menghindari perang harga dan mempertahankan profit perlu melakukan beberapa hal, seperti: branding, channel marketing yang baik, dan mengelola konsumen.

Apapun yang kamu lakukan di sebuah bisnis, tujuannya adalah untuk bisa menghasilkan keuntungan.

Semulia apapun tujuan bisnis kamu, tujuan mulia itu hanya akan jadi rencana jika tidak ada profit yang menyokong bisnis itu sendiri.

Keuntungan didapat dari selisih harga produk dikurangi harga yang harus dibayar untuk menghasilkan produk tersebut. Cukup simple, kan?

Tapi, rumus di atas menjadi sangat kompleks ketika kita aplikasikan di dunia nyata. Kita akan berhadapan dengan berbagai tantangan sebelum bisa membuat sebuah produk.

Ketika produk berhasil dibuat pun tantangan belum berakhir. Tugas berikutnya adalah menjual produk.

Kita harus mampu bersaing dengan kompetitor untuk menjual sebuah produk. Dan masalah terbesar dan paling umum yang akan kita hadapi adalah PERANG HARGA. 

Sebuah perang yang hampir tidak mungkin kita hindari, apalagi di era serba mudah seperti sekarang. 

Perang harga tidak lagi terjadi antar toko dalam satu kota atau negara, perang harga terjadi antara kamu — pebisnis dengan segala keterbatasan sumber daya — dengan perusahaan yang memiliki ratusan bahkan ribuan karyawan dan didukung dengan berbagai alat-alat modern.

Kamu mungkin sudah merasakan bagaimana perang harga ini makin ketat dengan adanya marketplace. Secara otomatis, keberadaan marketplace memang membuat konsumen menjadi lebih mudah dalam membandingkan harga. Perang harga pun makin tidak bisa dihindari.

Apakah ini saatnya untuk menutup bisnis dan menyerah?

Tentu saja tidak, kalau kamu cermat melihatnya. Dalam konteks perang harga faktor yang “diadu” adalah soal harga.

Pertanyaannya, apakah bisnismu hanya sekedar harga?

Bisnis yang baik tentu bukan hanya soal harga, dalam marketing mix setidaknya ada 4 elemen dasar yaitu: product, promotion, placement, price.

Bukan hanya harga bukan?

Banyak orang yang merasa bahwa “memainkan” harga ini adalah strategi yang paling mudah. Padahal, hanya perusahaan super besar yang bisa melakukannya.

Contohnya saja Mixue, sebuah brand es krim yang bisa memiliki harga jauh dari kompetitor langsung mereka. Ini bisa dilakukan karena Mixue sudah memiliki supply chain yang sangat baik dan sulit untuk ditiru kompetitor. Belum lagi sokongan finansial mereka yang sudah sangat besar membuat strategi ini mungkin untuk dilakukan dan sulit dikalahkan.

Tapi, kalau bisnis skala kecil mau mengandalkan harga sebagai senjatanya, bersiaplah untuk menghadapi margin yang terus menipis dan akhirnya merugi.

Jika kamu adalah pebisnis yang percaya bahwa harga bukanlah satu-satunya faktor konsumen dalam memilih sebuah produk dan kamu percaya bahwa kamu bisa menghindari perang harga dalam bisnismu, maka artikel ini adalah artikel yang cocok untuk kamu.

Kami telah merangkum beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk menghindari perang harga.

Check this out!

Hindari Mengandalkan Marketplace

Cara pertama ini mungkin cukup aneh dan sulit untuk kamu terima. Tapi biarkan kami menjelaskan alasannya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa marketplace sangat memudahkan kita untuk berjualan online. Kita tidak perlu ribet untuk membuka toko, menyewa tempat, membagi selebaran brosur, atau melakukan promosi terus menerus.

Kita tinggal upload dan produk itu akan bisa ditemukan semua orang.

“Lalu masalahnya di mana?”

Masalahnya adalah ketika konsumen mencari sebuah barang, barang dari kompetitor juga akan semudah itu untuk ditampilkan juga. Akhirnya pertimbangan konsumen adalah soal harga dan juga review.

Mereka dengan sangat mudah membandingkan, terjadilah perang di sana.

Jika harga produkmu lebih mahal dan review yang kamu miliki masih sedikit? Apa yang akan terjadi? Produkmu akan dilupakan.

Untuk menghindari hal ini, cara yang bisa dilakukan adalah membuat “jalan” agar konsumen hanya bertemu dengan produk kita. Salah satu caranya adalah dengan memiliki channel sendiri seperti website atau akun media sosial sendiri sebelum membawa konsumen ke marketplace.

Melakukan Branding

Menyambung pembahasan sebelumnya, cara kita untuk bisa menghindari perang harga adalah dengan melakukan branding.

Dengan melakukan branding kita akan bisa memengaruhi konsumen untuk menjadikan kita pilihan pertama dengan menjadi top-of-mind.

Salah satu cara branding adalah dengan menyiapkan media-media khusus milik bisnis kita sendiri. Fungsinya adalah sebagai corong untuk menyampaikan pesan yang kamu inginkan mengenai brandmu.

Seperti yang dijelaskan pada sub-bab sebelumnya melalui website atau media sosial.

Apakah ini penting?

Bayangkan seperti ini, kamu ada di sebuah jalan yang berisikan berbagai macam billboard dari berbagai brand. Lalu di ujung jalan, ada orang yang menanyakan padamu brand apa saja yang kamu lihat?

Apakah kamu yakin kamu bisa mengingat brand apa saja yang kamu lihat? Mungkin kamu hanya akan melihat satu atau dua brand saja yang menonjol. Ini salah satu fungsi dari branding.

Selanjutnya, bayangkan kamu ada di sebuah jalan dan sepanjang jalan itu isinya hanya billboard dari sebuah brand. Ketika kamu ada di ujung jalan, kamu pasti bisa mengingat brand apa yang kamu lewati bukan?

Dua analogi di atas menggambarkan betapa pentingnya untuk melakukan branding. Dengan menjadi brand yang paling menonjol atau dengan menjadi brand yang memiliki “jalan” sendiri untuk konsumen.

Branding juga bisa kamu lakukan dengan cara memberikan added value dalam produk. Nilai tambah ini tidak terbatas dengan memberi bonus atau diskon, 2 hal ini masih membuat kita terjebak perang harga. Ini beberapa added value yang bisa kamu berikan tanpa harus mengorbankan profit:

Bundle Price

Konsumen itu menginginkan sesuatu yang simpel dan mudah. Jika kamu memiliki beberapa produk yang saling berkaitan, menjual produk-produk ini dalam bentuk paket akan membantu bisnismu untuk menjadi pilihan konsumen yang ingin simplicity di atas segalanya.

Sentuh sisi emosional

Keputusan untuk membeli sesuatu tidak terbatas pada pikiran rasional seperti harga. Jika bisnismu memiliki prinsip mulia yang dipegang, tunjukkan. 

Misalnya, bisnis mu adalah bisnis yang peduli dengan pendidikan Indonesia. Maka kamu bertekad untuk setiap 10% dari keuntungan bisnis ini akan diberikan untuk membantu pendidikan Indonesia. 

Konsumen yang memiliki prinsip sama dengan bisnismu, akan rela membayar lebih untuk produk mu.

Membuat Produk Baru yang Jauh Berbeda untuk Menghindari Perang Harga

Jika branding membantumu dalam bersaing. 

Bagaimana jika kamu tidak memiliki pesaing?

Cara berikutnya adalah memiliki sebuah produk baru yang menjadi solusi sehingga produk-produk milik kompetitor menjadi tidak relevan untuk konsumen.

Kita ambil contoh kasus Gojek.

Ketika Gojek berhasil membuat sebuah produk yang memudahkan orang untuk memesan ojek. Ojek pengkolan menjadi tidak relevan lagi bagi konsumen. Ini yang disebut sebagai produk baru.

Tidak harus membuat sebuah produk yang “baru”, cukup dengan membuat produk pengganti yang membuat orang tidak lagi ingin menggunakan produk lama yang sudah ada.

Tugas berikutnya adalah menjaga produk baru ini agar sulit untuk ditiru oleh kompetitor.

Caranya? Baca artikel ini hingga akhir.

Menjalankan Customer Relationship Management

Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa dengan meningkatkan retensi sebanyak 5% akan meningkatkan 125% profit untuk bisnismu.

Hal ini terjadi karena biaya untuk mendapatkan konsumen baru akan selalu lebih mahal daripada membuat konsumen melakukan repeat order.

“Kok bisa?”

Ilustrasi The 6 Stages in a Sales Funnel

Source: Salesforce.com

Dari sales funnel di atas bisa kita lihat bahwa stages yang harus dilewati konsumen baru jauh lebih panjang dan membutuhkan biaya untuk membuat mereka melewatinya. Namun, untuk membuat konsumen repeat order hanya membutuhkan satu stage saja.

Untuk mempertahankan konsumen lama, kamu membutuhkan strategi untuk melakukannya. 

  • Melakukan komunikasi secara berkala, agar kita terus diingat, perlu kita pahami bahwa kita harus sering “terlihat” oleh konsumen. Berkomunikasi dengan konsumen melalui berbagai channel komunikasi bisa membantu mendekatkan brand dengan konsumen.
  • Memberikan experience yang baik, dalam sebuah proses transaksi, kita tidak hanya menjual produk. Seluruh pengalaman transaksi ini adalah “jualan” itu sendiri. Kita perlu memikirkan semua aspek yang dialami oleh pelanggan dan kita maksimalkan agar memberi kesan yang baik di hati pelanggan agar mereka mau kembali lagi menggunakan produk kita.
  • Mendengarkan pelanggan, selain berbicara dengan pelanggan, kita juga harus mendengarkan pelanggan. Libatkan konsumen pada setiap perubahan yang terjadi pada bisnis kita. 

    Ketika melibatkan konsumen hingga keputusan kecil seperti warna baju baru yang akan dibuat –untuk bisnis fashion– akan membuat pelanggan merasa menjadi bagian dari perkembangan bisnis kita. 

    Ini akan membuat pelanggan ikut merasa memiliki produk dan siap memborong produk bahkan sebelum diluncurkan.
  • Memberikan apresiasi kepada pelanggan setia, setelah mendapatkan feedback dari konsumen. Kita juga perlu memberikan apresiasi pada mereka.

    Misalnya, ucapan terima kasih berbentuk kartu ucapan, diskon khusus, penawaran terbatas, giveaway khusus untuk pelanggan setia. Teknik ini akan jauh lebih sehat bagi bisnis kita daripada melakukan perang harga.

Melakukan Partnership untuk Menghindari Perang Harga

Dalam menjalankan bisnis, kita tidak mungkin bisa melakukan semuanya sendiri. Untuk kepentingan memuaskan pelanggan, memiliki partner yang tepat akan membantu kita dalam mewujudkannya.

Selain itu, ketika kita menjalin hubungan yang baik dengan partner kita bisa mendapatkan penawaran-penawaran khusus untuk membantu kita dalam menjalankan bisnis.

Selain proses produksi dan marketing, partner dalam menyusun strategi juga sangat penting untuk dimiliki setiap pemilik bisnis. Bagaimana bisnis akan berjalan efektif jika tidak memiliki strategi yang tepat?

Untuk itu, memiliki partner seperti Akarmula bukanlah pilihan yang buruk. Dengan bantuan tenaga profesional yang ada di Akarmula akan membantu kamu memiliki brand yang lebih kuat dan mampu menghindari perang harga.

Apalagi, Akarmula juga menyediakan penawaran khusus yaitu 60 Minutes About Your Brand yang bisa kamu coba GRATIS untuk berdiskusi tentang masalah bisnismu.

Tertarik? Coba di sini.

Question to Consider

  • Apakah bisnis yang memiliki profit kecil akan bisa bertahan?
  • Bagaimana cara agar bisa mendapatkan profit yang proporsional agar bisnis bisa bertahan?
Article written by Kusuma

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram