fbpx

Apa Itu Editorial Plan? Yuk, Cari Tahu Di Sini!

July 4, 2023

Editorial plan adalah landasan yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan strategi content marketing bisnismu. Tapi sebenarnya, apa itu editorial plan? Di artikel ini, kita akan kupas tuntas informasi terkait editorial plan.

Key Takeaways

  • Editorial plan adalah tool yang bisa membantu kamu mengeksekusi content marketing strategy dengan lebih baik.
  • Editorial plan yang efektif hanya bisa dibuat jika content strategy, marketing strategy, dan brand strategy-mu sudah matang.

Bagaimana kabar bisnismu hari ini?

Semoga dalam performa terbaiknya, ya!

Berbicara soal bisnis, tentu kamu tidak mungkin memisahkan antara bisnis dan juga marketing. Pasalnya, kelangsungan sebuah bisnis sangat bergantung pada ada tidaknya penjualan.

Nah, terjadinya penjualan itu sebagian besar diawali dengan strategi marketing yang berjalan dengan baik.

Jika kamu adalah seorang calon konsumen, akan sangat mustahil untuk melakukan pembelian tanpa kamu tahu apa yang akan kamu beli.

Sama dengan kamu yang tidak ingin membeli kucing dalam karung, calon konsumenmu pun tidak ingin melakukan pembelian tanpa mengenal terlebih dahulu produk atau bahkan brandmu.

Salah satu cara untuk mengenalkan produk atau brand-mu kepada calon konsumen adalah dengan menggunakan marketing.

Tentu saja bukan sembarang marketing, kamu perlu memikirkan sebuah strategi yang matang agar proses “kenalan” antara produk atau brand-mu kepada calon konsumen mampu membawa pada hasil akhir yang tidak lain adalah penjualan.

Bagaimana Strategi Marketing yang Tepat?

Pertanyaan selanjutnya setelah pembahasan di atas adalah,

“Sebenarnya, bagaimana strategi marketing yang tepat?”

Sebelum berfikir terlalu jauh, mari kita berfikir secara sederhana. Fungsi marketing adalah untuk mengenalkan produk kita agar orang yang sebelumnya tidak kenal menjadi tertarik untuk membeli produk atau menggunakan layanan kita.

Bahkan, jika strategi marketing yang kita jalankan benar, bukan tidak mungkin orang-orang ini akan menjadi “sales” untuk produk kita ke circle mereka.

Oke, sekarang kita sudah sepaham tentang bagaimana menilai sebuah strategi marketing itu tepat.

Selanjutnya, stretagi marketing apa yang bisa kita gunakan agar produk yang kita jual atau layanan yang kita sediakan bertemu dengan pembelinya.

Menurut data We Are Social, pengguna internet di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya. Bahkan di 2023 ini ada sekitar 212,9 Juta pengguna internet di Indonesia, atau sekitar 77% penduduk Indonesia adalah pengguna internet.

Melihat data di atas, agaknya tidak berlebihan kalau kita semua sepakat bahwa strategi marketing yang paling efektif saat ini adalah memanfaatkan digital sebagai media untuk marketing kita.

Kenapa?

Ingat, marketing yang baik adalah marketing yang bisa menjangkau lebih banyak orang dengan biaya yang paling efektif. Ketika kita tahu bahwa semua mata orang Indonesia terpaku di internet, maka strategi marketing paling efektif adalah digital marketing.

Memaksimalkan Digital Marketing di 2023

Jika kita throwback 7 atau 10 tahun kebelakang, asalkan bisnis atau produk kita muncul di digital maka akan laku keras.

Sayangnya, saat ini hampir semua bisnis telah masuk ke digital sehingga membuat persaingan di dunia digital jadi makin kejam dan keras.

Asal lempar produk atau konten ke media sosial atau upload ke website tidak lagi menarik bagi calon konsumen. Selain tidak menarik, banyaknya produk yang masuk ke digital membuat produk kita jadi susah untuk mucul ke permukaan dan ditemukan calon konsumen.

Menjawab tantangan ini, ada satu strategi marketing yang sampai saat ini dianggap efektif untuk bersaing di lautan kompetisi digital.

Nama strateginya adalah content marketing strategy.

Berdasarkan definisi Content Marketing Institute, content marketing strategy adalah suatu rencana strategis yang memandu perusahaan dalam membuat, mengelola, dan mempromosikan konten yang relevan dan bermanfaat untuk audiens mereka.

Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek, membangun hubungan dengan pelanggan, dan meningkatkan penjualan melalui konten yang menarik dan bernilai bagi audiens.

“Mengapa harus menggunakan content marketing strategy?”

Untuk menjawab ini, Akarmula akan menggunakan kembali data dari We Are Social, dari 200 Juta pengguna internet, sebesar 167 Juta pengguna internet merupakan pengguna media sosial.

Ini artinya sebagian besar pengguna internet di indonesia adalah pengguna media sosial. Maka dari itu, strategi konten dalam marketing adalah kunci utama untuk memenangkan persaingan marketing melalui digital.

Bagaimana Menjalankan Content Marketing Strategy dengan Baik?

Sama dengan pembahasan sebelumnya, penggunaan content marketing strategy yang asal-asal an tidak akan menjamin bisnismu bertahan.

Hanya content marketing strategy yang baik yang bisa membuat bisnis atau brand-mu survive.

Nah, untuk menjalankan strategi konten marketing yang efektif, diperlukan sebuah tool yang dapat membantu kamu sebagai seorang business owner mengawasi efektivitas konten-konten yang kamu buat.

Salah satu tool yang wajib untuk kamu miliki bernama Editorial Plan.

Editorial plan atau rencana editorial adalah dokumen yang memuat rencana penerbitan konten yang akan disajikan pada suatu media dalam periode waktu tertentu.

Rencana editorial mencakup topik, jenis konten, jadwal penerbitan, dan sumber daya yang dibutuhkan.

Rencana editorial digunakan oleh perusahaan media, tim redaksi, atau perusahaan pemasaran untuk mengatur dan memastikan konsistensi dan kualitas konten yang dipublikasikan.

Menurut Ahava Leibtag, seorang ahli pemasaran konten dan penulis buku "The Digital Crown: Winning at Content on the Web", apa itu editorial plan atau rencana editorial? Adalah suatu dokumen yang menjelaskan apa yang akan ditulis, mengapa hal tersebut penting, dan kapan akan diterbitkan.

Dokumen ini harus mencakup kalender penerbitan dan mengikuti tren, peristiwa, dan musim yang relevan dengan bisnis.

Editorial Plan vs Content Strategy

Selain apa itu editorial plan, ketika membahas tentang content marketing strategy akan muncul satu istilah yang sering dikira sama dengan editorial plan yaitu content strategy.

Kedua istilah ini seperti dua buah pondasi yang menopang sebuah rumah yang dinamakan content marketing strategy. Artinya, content marketing strategy-mu tidak akan berjalan dengan baik jika salah satu dari dua hal ini tidak ada.

Content strategy berisi tentang tujuan dibuatnya sebuah konten, KPI yang harus dicapai, dan konten apa saja yang harus dibuat sesuai dengan goal dari marketing itu sendiri.

Dari sini, bisa ditarik kesimpulan jika adanya sebuah editorial plan adalah hasil dari pemikiran yang telah disusun sebelumnya melalui content strategy.

Keuntungan Mengetahui Apa Itu Editorial Plan

Dari informasi-informasi di atas, mungkin kamu sudah bisa membayangkan keuntungan apa yang bisa kamu dapatkan jika bisnis atau brand-mu memiliki editorial plan.

Agar perspektif kamu tentang keuntungan memiliki editorial plan jadi lebih luas, berikut ini adalah keuntungan yang bisa kamu dapatkan:

Menghemat Waktu dan Tenaga

Dengan rencana editorial yang jelas, kamu bisa merencanakan kontenmu sebelumnya. Kamu tidak perlu mencari ide konten setiap kali kamu ingin membuat konten, karena semua sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini akan menghemat waktu dan tenagamu.

Menjaga Konsistensi

Rencana editorial memastikan bahwa kamu mempublikasikan konten secara teratur, sehingga membuat audiensmu menunggu konten terbaru dari kamu. Hal ini akan membantumu membangun kehadiran online yang konsisten dan meningkatkan pengaruh merekmu.

Meningkatkan Kualitas Konten

Dengan editorial plan, kamu bisa merencanakan konten dengan cermat, sehingga dapat mengidentifikasi topik yang penting bagi audiensmu serta menyusun konten yang relevan dan bermanfaat bagi mereka. Hal ini akan meningkatkan kualitas kontenmu dan membantumu membangun hubungan yang lebih baik dengan audiensmu.

Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya

Dengan rencana editorial yang jelas, kamu dapat mengoptimalkan penggunaan sumber dayamu. Kamu bisa menentukan topik dan jenis konten yang akan diproduksi, memastikan bahwa kamu memiliki sumber daya yang cukup untuk melakukannya, dan menghindari duplikasi dan tumpang-tindih konten.

Mengukur Keberhasilan

Dengan rencana editorial, kamu bisa menetapkan tujuan yang jelas dan mengukur keberhasilan kontenmu dengan lebih baik. Kamu bisa melacak perkembangan konten dan memperbaiki strategi untuk mencapai tujuanmu.

Cara Menyusun Editorial Plan

Jika kamu membaca hingga bagian ini, Akarmula percaya kamu memang seorang business owner yang memang serius ingin memaksimalkan content marketing strategy sebagai channel utama dalam marektingmu.

Jujur saja, editorial plan sebenarnya bisa kamu buat sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang bisnismu hadapi dalam pembuatan dan distribusi konten.

Namun, secara general, hal-hal berikut ini adalah beberapa poin yang bisa kamu lakukan untuk menyusun editorial plan yang baik:

Tentukan Tujuan Konten

Sebelum memulai membuat editorial plan, kamu perlu menentukan tujuan dari konten marketingmu. Tujuan yang spesifik dan terukur dapat membantumu mengevaluasi keberhasilan kontenmu dan memperbaikinya jika diperlukan.

Tujuan yang realistis juga penting untuk memastikan bahwa sumber daya yang dimiliki dapat mencapai tujuan tersebut. Contoh tujuan yang mungkin adalah meningkatkan kesadaran merek, meningkatkan penjualan, membangun kredibilitas, atau meningkatkan engagement di media sosial.

Kenali Audiensmu

Setelah menentukan tujuan, kamu perlu memahami siapa target audiensmu dan apa yang mereka butuhkan dari kontenmu. Buat profil audiensmu, termasuk usia, gender, minat, dan perilaku.

Kamu dapat melakukan riset untuk mengetahui topik yang paling menarik bagi audiensmu. Hal ini penting untuk memastikan kontenmu relevan dan bermanfaat bagi audiensmu.

Sebagai catatan tambahan, proses mengenali audiens ini bisa kamu lakukan dengan beberapa cara.

Kamu bisa menyusun persona ini hanya berdasar asumsi, artinya cukup dengan kamu membayangkan kira-kira audiensmu itu siapa dan seperti apa.

Tingkat yang lebih akurat adalah dengan menggunakan data-data yang telah ada di internet. Sama dengan sumber artikel yang Akarmula gunakan dalam artikel ini, kamu bisa menemukan berbagai informasi terkait audiensemu dengan menyelami data-data yang sudah disusun oleh banyak lembaga.

Langkah terakhir adalah yang paling efektif, kamu bisa melakukan survei secara langsug ke orang-orang yang kamu rasa sesuai untuk menggambarkan audiens yang ingin kamu sasar. Cara ini akan membuat kamu menemukan sudut pandang baru yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya.

Tentukan topik konten

Setelah memahami audiensmu, kamu perlu menentukan topik konten yang relevan dan bermanfaat bagi audiensmu. Buat daftar topik yang ingin kamu bahas, dan pilih topik yang paling sesuai dengan tujuanmu dan kebutuhan audiensmu. 

Pastikan topik yang dipilih dapat memenuhi kebutuhan audiensmu dan mendukung tujuanmu.

Jika kamu ingin menggali tentang ini lebih dalam, kamu bisa menemukan informasi terkait hal ini di artikel Akarmula lainnya dengan topik content pillars.

Intinya, pastikan konten apapun yang kamu bahas akan tetap mendukung proses pengenalan produk dan brand-mu di mata calon konsumen.

Buat Jadwal Publikasi

Jadwal publikasi yang teratur dan konsisten penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas dengan audiensmu. Tentukan frekuensi publikasi, hari dan jam publikasi, serta media sosial mana yang akan kamu gunakan untuk mempromosikan kontenmu.

Pastikan jadwal publikasi sesuai dengan kebutuhan audiensmu dan sumber daya yang dimiliki.

Mungkin kamu akan ragu-ragu saat menentukan jadwal kontenmu. Pasalnya, banyak beredar informasi tentang berapa jumlah ideal konten yang harus kamu upload setiap hari di media sosial.

Saran dari Akarmula, kamu tidak perlu terlalu memusingkan hal itu. Hal terpenting adalah pesan yang kamu sampaikan pada setiap konten yang kamu upload itu jelas dan bisa membangun sebuah persepsi yang baik terhadap bisnis atau brand-mu.

Jangan sampai kamu mengejar kuantitas konten yang disebut ideal, tapi mengorbankan esensi dari apa yang kamu sampaikan.

Tentukan jenis konten

Pilih jenis konten yang paling sesuai dengan topik dan audiensmu, serta sumber daya yang kamu miliki. Beberapa jenis konten yang umum digunakan adalah artikel blog, video, infografik, atau podcast.

Ini adalah tahap lanjutan setelah kamu menentukan content pillars.

Seperti yang sudah kamu tahu, media sosial sekarang ini memberikan kebebasan untuk format konten yang bisa kamu upload ke tiap platform-nya.

Jika kamu baru mulai membuat konten, tidak ada salahnya mencoba semua format konten, semua platform media sosial, dan semua genre konten.

Tujuannya adalah untuk pengumpulan data, sehingga kamu bisa mendapatkan “golden content” yang bisa menaikkan awareness dan trust audience ke bisnismu.

Buat Kalender Editorial

Kalender editorial merupakan alat yang berguna untuk mengatur jadwal publikasi, topik, jenis konten, dan penulis yang bertanggung jawab untuk setiap konten. Kalender editorial juga dapat mencakup tautan ke sumber daya, deadline, dan pengukuran keberhasilan.

Salah satu manfaat mengetahui apa itu editorial plan adalah untuk mengukur proporsi dari tim kreatif dalam bisnismu. Dengan mengetahui apa itu editorial plan, kamu juga bisa melakukan evaluasi komposisi tim dalam bisnismu.

Semua informasi yang kamu butuhkan tertuang dalam satu tool praktis, yaitu editorial plan.

Evaluasi dan Perbaiki

Evaluasi secara berkala dapat membantumu mengevaluasi kinerja kontenmu dan memperbaikinya jika diperlukan. Tinjau keberhasilan kontenmu, seperti jumlah pengunjung, pengikut, dan konversi, serta lakukan perubahan jika diperlukan.

Ingat, kata “edit” dalam editorial plan artinya adalah sunting. Ini menandakan bahwa sebagus apa pun atau selama apa pun editorial plan yang telah kamu susun, jangan lupa untuk selalu berinovasi ketika memiliki data pendukung yang memadai.

Ketekunan kamu dalam memperbaiki isi editorial plan menentukan arah perkembangan bisnismu. Ingin naik atau turun, kamu yang menentukan.

Semua informasi di atas, bisa kamu cerna pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru.

Tapi, kalau kamu ingin segera melakukan aksi nyata untuk perkembangan bisnismu, mengatur jadwal diskusi bersama Akarmula mungkin bisa jadi langkah awal yang kamu lakukan.

60 Minutes About Your Brand (60 MYAB), adalah sebuah layanan yang diberikan oleh Akarmula untuk para pebisnis yang memiliki tekad kuat untuk mengembangkan brand-nya.

Melalui 60 MAYB kamu bisa berdiskusi dengan tim Akarmula selama 60 menit penuh dan GRATIS.

Tidak ada ruginya untuk mencoba, bukan?

Jadwalkan 60 MYAB-mu sekarang juga.

Question to Consider:

  • Jika sudah memiliki editorial plan, apakah bisa menjamin kontenmu akan ramai ditonton orang?
  • Jika kontenmu ramai ditonton orang, apakah itu bisa jadi jaminan penjualan produk atau layananmu juga akan ramai?
Article written by Kusuma

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram