fbpx

Strategi Memilih Nama Brand yang Bikin Bisnismu Menonjol

February 14, 2023
Strategi memilih nama brand

Waktu membangun brand, penamaan jadi hal yang sangat penting — perlu pertimbangan dan strategi yang bener-bener mateng. Faktanya, Elon Musk sampai harus merogoh kocek $75 ribu agar dapat membeli nama “Tesla” untuk brand mobil listriknya. Sekarang Tesla menjadi salah satu brand otomotif top-of-mind, berkat nama yang tepat.

Maka dari itu, milih nama brand nggak bisa sembarangan. Nama brand yang tepat bisa bikin brandmu stand out di antara brand lain. Sedangkan nama yang dibikin secara asal-asalan bisa bikin kamu nyesel di kemudian hari.

Di artikel ini, Akarmula akan bahas lebih dalam tentang cara dan strategi memilih nama brand yang berkesan untuk brandmu. Sudah siap buat nama brand yang keren? Let’s go!

Kenapa Nama Penting Bagi Sebuah Brand

Mungkin kutipan dari Shakespeare, “apalah arti sebuah nama” ini nggak berlaku saat kita menentukan sebuah nama brand. Bisa dibilang, nama brand ini jadi salah satu landasan yang nggak cuma berlaku dalam proses branding, tetapi juga dalam membangun bisnis yang kamu miliki secara keseluruhan untuk jangka panjang.

Pada dasarnya, nama brand ini bakal memberikan identitas bagi bisnismu agar dapat dikenali banyak orang. Namun, sebagai identitas saja bukan berarti cukup. Nama brand juga harus bisa mengakomodir sebuah brand agar menonjol di antara kompetitornya — terlebih jika niche bisnismu terhitung masih umum dan memiliki banyak kompetitor.

Bayangkan jika kamu punya bisnis produsen keripik kentang dan kamu harus bersaing dengan ratusan atau bahkan ribuan bisnis serupa yang ada di pasaran. Bagaimana caranya agar bisnismu semakin menonjol? Salah satunya adalah dengan memilih nama brand yang tepat dan mudah diingat.

Cuma Agar Brand Makin Menonjol Aja?

Nggak hanya sekadar menonjol di pasaran saja, ada beberapa alasan kenapa nama itu penting bagi sebuah brand. Nama sebuah brand dapat membangun kesan pertama dari orang-orang terhadap bisnismu. Karena nama itu bakal jadi hal pertama yang dikenali oleh calon pelanggan saat mencari produk atau bisnismu.

Bayangkan kalau bisnismu nggak punya nama, bagaimana orang bakal tahu tentang brandmu? Ditambah, nama brand yang tepat bisa menangin hati audiences. Begitupun sebaliknya, nama brand yang nggak berkesan bikin audience gampang lupa.

Selain itu, nama brand juga bikin audiences ngerti soal produk yang bisnismu jual. Contohnya seperti Coca-Cola, dari namanya saja kita sudah paham bahwa brand tersebut menjual minuman kola. Bahkan nama brand bisa bikin brandmu semakin relevan dengan target pasarmu.

Nama brand juga bisa menjadi proyeksi dari value maupun visi bagi brandmu. Karena nama ini yang nantinya akan terhubung ke berbagai komponen brand identity dan brand personality dari bisnis yang kamu miliki. Nggak hanya itu, nama brand juga bisa memberi gambaran tentang positioning dari bisnismu.

Kompleks kan? Maka dari itu, jangan remehkan proses memilih nama brand. Karena nama ini yang nantinya bakal memengaruhi bisnismu secara jangka panjang dan krusial dalam proses branding. Tentunya, Kamu ingin menarik perhatian audience dengan nama brand yang tepat, kan?

5 Langkah Strategi Memilih Nama Brand yang Tepat

Setelah memahami pentingnya sebuah nama brand, mungkin Kamu sudah memiliki gambaran bagaimana nama bisa membantu membangun bisnismu. Namun, bagaimana sih strategi memilih nama brand yang tepat untuk bisnis? Apalagi memilih nama brand bisa dibilang bukanlah proses yang asal-asalan.

Memang, memilih nama brand itu memerlukan proses dan feedback agar bisa melahirkan nama yang tepat. Biar nggak bingung, berikut adalah lima strategi yang bisa kamu terapkan pada saat memilih nama brand.

1.  Kumpulkan Ide dan Lakukan Brainstorm untuk Calon Nama Brandmu

Sebelum melangkah lebih jauh dalam memilih nama brand, ada baiknya kamu berdiskusi dulu dengan partner bisnis, konsultan branding atau agensi dalam proses brainstorming untuk ide nama brand ini. Melalui langkah tersebut, kamu bisa mengumpulkan berbagai ide, istilah, atau hal lain yang bisa menjadi dasar untuk penamaan brandmu.

Tentunya, proses mengumpulkan ide dan brainstorm ini penting untuk dilakukan. Karena melalui proses ini, kamu bisa mengetahui apa saja nama yang kira-kira cocok dengan brandmu. Ditambah, kamu juga bisa mendapatkan feedback dari partner bisnis atau agensi yang tentunya sudah berpengalaman dalam branding.

Rahasia dalam proses ini adalah dengan mengeluarkan ide nama brand sebanyak mungkin, kemudian disatukan ke dalam sebuah list. Dari tersebut, kamu bisa menyeleksi satu persatu nama yang cocok maupun yang tidak dengan brandmu.

2.  Gunakan Nama yang Jelas, Deskriptif, dan Mudah Diingat

Memang, salah satu inti dari membuat nama brand adalah agar orang-orang mudah mengingat brandmu melalui nama. Namun, bukan berarti kamu harus menggunakan nama yang berasal dari kata-kata random atau nyeleneh saja agar audience memerhatikan brandmu.

Pilih nama brand yang bisa menyebarkan pesan dari brandmu sendiri. Pilih kata atau istilah yang bisa bikin brandmu nyambung dengan produk yang kamu tawarkan. Nggak hanya itu, kamu juga bisa memilih nama brand sesuai dengan apa yang kira-kira diharapkan oleh orang-orang terhadap brandmu.

Contohnya adalah brand Dollar Shave Club. Namanya cukup simpel dan straight to the point. Namun lewat nama tersebut, calon konsumen langsung paham kalau Dollar Shave Club menjual pisau cukur dengan harga yang terjangkau.

3. Pastikan Bahwa Nama Brand yang Dipilih Unik

Saat membangun sebuah brand, tentunya kamu sudah memahami kalau di luar sana ada jutaan brand lainnya dengan namanya masing-masing. Hal ini yang mungkin bikin kamu bingung saat memilih nama untuk brand.

Sudah pasti kamu tidak ingin calon konsumen bakal bingung karena brandmu punya nama yang mirip dengan brand lainnya, atau terkena masalah karena dituduh mencuri trademark nama brand lain.

Maka dari itu untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya kamu riset terlebih dahulu. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan kombinasi dari produk yang kamu jual, value dari bisnismu, tone of voice dari brandmu, atau bahkan asal maupun ciri khas dari brand untuk membuat nama yang dihasilkan semakin unik.

Contohnya seperti Teh Pucuk Harum. Brand minuman teh tersebut mengambil nama yang terinspirasi dari produknya, yang mana dibuat dari pucuk daun teh pilihan. Nama yang simpel tapi cukup unik untuk sebuah brand minuman.

4. Hindari Buzzwords dalam Nama Brand

Menggunakan buzzwords yang lagi ngetren mungkin bisa jadi jalan pintas untuk membuat nama brand yang dapat menarik perhatian, khususnya untuk target market anak muda. Namun, hal yang ngetren belum tentu bakal relevan seterusnya.

Saat memilih nama brand, kita juga harus memikirkan jangka panjang terkait brand tersebut, termasuk nama brand. Belum tentu nama brandmu tetap relate dengan demografi pasar yang sama 10 tahun setelahnya. Pilih nama yang timeless dan tetap relevan dengan produk dan target marketmu.

5.  Buat Nama Brandmu bisa Nyambung dengan Logo, Slogan, & Tagline

Sebelumnya kita sepakat bahwa nama brand bisa menjadi landasan dalam proses branding dan marketing. Pada bagian inilah yang bakal membuat strategi memilih nama brand menjadi krusial.

Dalam proses branding, brand consistency itu penting agar brand bisa bertumbuh secara jangka panjang. Konsistensi tersebut bisa dilihat dari identitas brand hingga gaya marketingnya. Itu semua dimulai dari pemilihan nama brand.

Pastikan bahwa nama brand yang kamu pilih bisa cocok dengan logo, slogan, dan tagline dari brandmu. Hal ini nantinya akan turut membangun brand consistency dalam proses branding. Nggak hanya proses branding saja, nama brand yang kamu pilih bisa menjadi dasar yang kamu gunakan saat membuat kampanye marketing brandmu.

Contohnya seperti KFC dengan slogannya “finger lickin’ good”. Dari situ, kita bisa membayangkan nikmatnya ayam goreng dari Kentucky Fried Chicken (KFC) sampai bikin konsumen menjilat jarinya setelah makan.

5 Tips Memilih Nama Brand yang Cocok dengan Bisnismu

Setelah mengetahui apa saja strategi memilih nama brand yang tepat, selanjutnya Akarmula kasih tahu juga beberapa tips yang bisa kamu gunakan saat menentukan nama brand. Mau tahu apa saja tipsnya? Kita ulas di bawah ini.

1.  Cek Ketersediaan Nama Brandmu untuk Domain Website dan Media Sosial

Terkadang, pemilik bisnis bakal senang kalau sudah menemukan nama yang tepat atau cocok untuk brandnya. Namun, sebelum kamu memutuskan sepenuhnya bakal pakai nama yang sudah kamu pilih, sebaiknya kamu cek dulu apakah username dan domainnya tersedia.

Kalau ternyata domain dan username yang kamu inginkan tersedia, langsung saja kamu gunakan. Kalau nggak tersedia, pilihannya adalah mencari alternatif untuk nama brandmu, memodifikasi sedikit username maupun domain, atau membeli domain seperti yang dilakukan Elon Musk. Hal ini penting untuk menunjang SEO dari brandmu melalui domain dan username yang dipilih.

Jangan lupa juga untuk pastikan bahwa nama yang Kamu pilih bisa didaftarkan merek dagangnya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya perebutan gak milik nama brand urusan hukum lainnya.

2.  Buat Nama Brand Sekreatif Mungkin

Saat menentukan nama brand, Kamu bisa sekreatif mungkin untuk mengeluarkan ide-ide terbaikmu. Gunakan kreativitas yang dipadukan dengan informasi tentang brandmu untuk menciptakan sebuah nama brand.

3. Tanyakan Kesan Nama Brandmu Terhadap Orang Disekitarmu

Sebelum memastikan nama brand, coba tanyakan pada teman, keluarga, atau rekan bisnis tentang tanggapan mereka soal nama yang akan kamu pilih. Ini berguna untuk memvalidasi ide nama yang sudah kamu hasilkan. 

Bisa jadi mereka memiliki tanggapan atau masukan lain yang bisa kamu gunakan untuk nama brandmu.

Amannya sih, langsung berikan daftar calon nama brand yang kamu ingin pilih. Dari situ mereka akan memilih mana yang cocok sebagai nama brand. Kalau mayoritas memilih nama yang sama dengan preferensimu, berarti kamu sudah menemukan nama brand yang tepat.

4.  Buat Agar Nama Brand Mudah Diucapkan

Tentunya sebagai pemilik bisnis, kamu ingin agar bisnismu mudah dijangkau dan dikenali oleh banyak orang. Maka dari itu, langkah pertama yang kudu kamu terapkan adalah buat nama brand yang mudah diucapkan oleh orang-orang.

Ini bakal bermanfaat banget saat orang-orang mencari brandmu di toko, mencari website atau media sosial brandmu, bahkan saat merekomendasikan brandmu ke orang lain.

5.  Tentu Saja Buat Nama Brandmu Sesimpel Mungkin

Nama brand yang panjang itu ribet, mending dibuat pendek dan catchy. Oleh karena itu banyak brand yang menggunakan singkatan, seperti Kentucky Fried Chicken yang dikenal sebagai KFC.

Contoh Brand yang Sukses Menggunakan Nama Brandnya

Setelah tahu tips dan strategi memilih nama brand yang tepat, Akarmula bakal kasih tahu juga contoh brand yang sukses menggunakan nama brand dan bisa kamu jadikan inspirasi.

Lego

Tahu kan mainan yang satu ini? Ternyata, nama Lego sendiri diambil dari bahasa Denmark “Leg Godt” yang berarti”Play Well”. Nama Lego sendiri justru mampu meninggalkan kesan fun, ringkas, dan gampang buat diingat banyak orang.

Google

Tahu gak sih kalau nama “Google” sendiri sebenarnya typo dari istilah “Googol”? Namun, typo yang satu ini justru bikin nama Google makin dikenal. Hal ini karena nama “Google” lebih mudah diingat dan diucapkan sehingga catchy di telinga banyak orang.

Bingung Menentukan Nama Brand?

Memilih nama brand memang nggak bisa asal-asalan. Tentunya, kamu memerlukan pendapat atau feedback dari orang lain juga untuk melihat apakah itu memang nama brand yang tepat.

Justru kami akan sangat merekomendasikan untuk berdiskusi pada saat memilih nama brand. Kamu bisa berdiskusi dengan rekan kerja, partner bisnis, atau konsultan dan agensi yang berpengalaman di bidang branding.

Kalau kamu masih bingung, kamu bisa banget berdiskusi GRATIS sama brand strategist Akarmula lewat 60 Minutes About Your Brand. Yuk booking sesinya sekarang!

Key Takeaways Strategi Memilih Nama Brand

  • Milih nama brand nggak bisa sembarangan. Nama brand yang tepat bisa bikin brandmu stand out di antara brand lain.
  • Nama brand bakal jadi salah satu landasan dalam proses branding dan proses membangun bisnis yang kamu miliki.
  • Nama brand ini bakal memberikan identitas bagi bisnismu agar dapat dikenali banyak orang.
Article written by Herpinando Trisnu

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram