fbpx

Cara Branding Modal Kecil untuk Bisnis UMKM yang Baru Berkembang

April 2, 2024

Saat pertama kali kamu membangun bisnis, pasti ada banyak hal yang kamu pikirkan. Ini beragam banget nih, mulai dari gimana ngembangin produknya, gimana cara jualnya, gimana cara dapetin pelanggan, sampai gimana caranya branding modal kecil.

Key Takeaways

  • Kamu bisa memulai branding untuk bisnismu mulai dari 0 Rupiah.
  • Terakhir, branding itu proses jangka panjang dan berkelanjutan sehingga bisa kamu lakukan berbagai langkah branding seiring berjalannya waktu.

Branding kadang jadi momok yang menakutkan bagi pemilik bisnis yang baru memulai usaha atau UMKM. Anggapannya, branding itu pasti mahal dan memakan banyak biaya dan tenaga.

Namun, branding itu tetap harus dilakukan sama brand, karena branding nggak branding pada akhirnya tetap kebranding juga. Kamu sebagai pemilik bisnis mungkin bakal bingung mau branding sekarang apa nanti dulu nunggu ada modalnya aja, iya kan?

Nggak perlu khawatir, di artikel kali ini, kita bakal bahas cara branding dengan modal kecil untuk bisnis yang baru berkembang. Jadi, baca artikel ini sampai habis ya!

Kenapa Sih Bisnis Kudu Branding?

64 Juta, angka itu menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2021. Dari angka tersebut, kita bisa lihat kalau persaingan bisnis bakal makin ketat. Nggak dikit kompetitor yang punya konsep yang mirip dengan bisnismu. Salah satu cara untuk keluar dari kompetisi yang ketat tersebut adalah dengan membangun brand yang kuat.

Tapi, seberapa penting sih branding bagi bisnis, khususnya untuk UMKM atau bisnis kecil? Di awal tadi, kita udah sempat singgung istilah “branding nggak branding pada akhirnya tetap kebranding juga”. Apa artinya?

Gini, kalau kamu nggak memulai proses branding dari awal, nggak menetapkan brand kamu ingin dikenal sebagai apa, valuenya apa, pada akhirnya orang lain yang bakal kasih label ke brand milikmu.

Iya kalau mereka kasih labelnya yang positif, bagaimana kalau mereka justru memberikan label yang negatif padahal kamu jualannya udah jujur? Makanya, branding itu penting banget untuk semua bisnis, bahkan untuk UMKM.

Kalau bisnismu ingin dikenal sebagai sesuatu yang kamu harapkan, maka kamu perlu membuat statement yang bisa meyakinkan audience lewat branding. 

Berapa Sih Biaya Buat Memulai Branding?

“Tapi, branding itu mahal katanya, gimana?”. 

Tenang aja, proses branding itu merupakan proses yang berkelanjutan sambil jalannya bisnis. Setiap bisnis pasti punya kemampuan sumber daya yang berbeda. 

Kalau bisnismu belum punya capital yang kuat, mulai branding dulu aja, awali dari bikin statement tentang apa yang kita yakini.

Biayanya? Mulai dari 0 Rupiah, 0 Dollar, 0 Euro, serius! Kamu bisa loh memulai branding tanpa mengeluarkan modal dulu. Udah banyak tools gratis yang bisa kamu manfaatkan untuk memulai branding secara mandiri, ada juga sesi konsultasi branding gratis bareng para profesional di bidang branding, seperti 60 Minutes About Your Brand yang gratis, belum lagi beberapa informasi branding yang gratis dan bisa kamu pelajari di internet.

Kalau budget brandingnya mulai kekumpul, baru deh mulai naikin level brandingmu dikit-dikit, dari yang awalnya dikerjain sendiri, sekarang bisa dikerjain sama branding agency yang profesional. Jadi, mulai aja dulu dari yang udah ada.

Gimana Caranya Branding dengan Modal Kecil?

Kamu udah tahu nih kalau ternyata, bisnismu bisa melakukan branding dengan modal yang kecil, bahkan mulai dari 0 Rupiah. Lalu, gimana caranya? Sekarang kita bakal ulas satu-satu cara branding dengan modal kecil yang bisa kamu lakukan. Yuk dibaca!

Tentukan Brand Identity dari Bisnismu

Cara branding dengan modal kecil pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan menentukan brand identity dari bisnismu.

Brand identity itu singkatnya merupakan identitas serta kepribadian dari sebuah brand yang terdiri dari apa yang brand tersebut katakan, value brand tersebut, cara mengomunikasikan produknya, dan bagaimana perasaan yang ingin ditimbulkan oleh brand.

Sebelum mengembangkan brand identity, sebaiknya riset dulu buat cari tahu apa yang sejalan dengan target audience dan apa yang kira-kira bakal cocok dengan brandmu. Kamu juga bisa riset kompetitor dengan stalk media sosial mereka sambil lihat bagaimana komentar audience mereka terhadap brand tersebut.

Setelah kamu paham bagaimana kira-kira audience akan memandang brandmu, kamu bakal tahu brandmu ingin dikenal sebagai apa dan apa yang bisa kamu jadikan identitas bagi bisnismu.

Dari sini, kamu bakal memulai proses membangun brand identity, mulai dari desain komponen visual, menentukan brand voice, sampai menerapkannya di berbagai channel. Selengkapnya, kamu bisa baca ‘Cara Membangun Brand Identity ala Akarmula’ untuk langkah yang lebih detail.

Bangun Brand Story dari Bisnismu

Cara selanjutnya untuk melakukan branding dengan modal kecil adalah dengan mulai membangun brand story dari bisnismu.

Brand story ini nanti bakal menjelaskan value dari brand, tujuan, dan cara brand buat mencapai tujuan tersebut. Ini nanti bakal diramu ke dalam bentuk cerita yang mudah diterima oleh audience sehingga mereka bisa relate dengan brandmu.

Biasanya, brand story ini ditaruh di laman “About Us” dari website suatu bisnis, mulai dari menceritakan sejarah hingga value mereka sampai bagaimana cara mereka mencapai tujuan tersebut.

Sebelum bikin brand story, coba deh jawab pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Masalah apa sih yang ingin diselesaikan sama produkmu?
  • Kenapa brandmu pengin banget menyelesaikan masalah ini?
  • Apa yang kamu lakukan saat ini untuk menyelesaikan masalah tersebut?
  • Apa rencana jangka panjangmu untuk mengupayakan solusi yang kamu lakukan?

Kalau udah, bangun sebuah cerita tentang brandmu dari jawaban-jawaban tersebut. Kamu bakal membangun draft brand story dari tulisan tersebut.

Mulai Bikin Brand Assets dan Brand Style Guide

Selanjutnya, kamu menetapkan brand identity dan brand story tersebut ke dalam brand assets dan brand style guide. Ini bakal bikin penyampaian brand story dan brand identity bisnismu menjadi konsisten.

Pertama, kumpulin dulu brand assets jadi satu, mulai dari logo untuk berbagai format, stok foto perusahaan atau produknya, typeface yang digunakan, slogan dan tagline, template visual untuk dokumen serta media sosial, sampai visual maskot untuk brandmu.

Selanjutnya adalah bikin brand style guide. Brand style guide ini merupakan panduan yang mempermudah kita dalam menyusun konsistensi visual dalam berkomunikasi dengan audience.

Ada beberapa unsur yang umumnya masuk ke Brand Style Guide antara lain: logo, tone warna, typeface, supergraphic, imagery, style layout, web style, dan penerapan di berbagai kolateral brand lainnya. 

Bikin Brandmu Hadir di Media Sosial

Setelah ngumpulin brand assets dan bikin brand style guide nih, saatnya buat bangun kehadiranmu di media sosial.

Keberadaan media sosial ini ngebantu banget buat bisnis kecil yang baru tumbuh buat ningkatin brand awareness mereka. Tentunya, ini diimbangi dengan content plan yang tepat dan sejalan dengan brandingmu.

Dalam proses ini, kamu bakal membutuhkan berbagai elemen branding yang tadi udah kamu buat. Tidak lupa juga, setiap platform media sosial juga memiliki pendekatan yang unik yang bisa kamu gali dan cocokkan dengan brandmu.

Pastikan kalau platform media sosial yang kamu pilih itu udah sesuai dengan target audience bisnismu, ya!

Belajar → Terapkan → Tumbuh → Belajar Lagi

Terakhir, branding itu proses jangka panjang dan berkelanjutan. Jadi, jalani branding sambil jalani bisnismu.

Selalu belajar soal branding, gali insight tentang tren industri, cari tahu apa tanggapan dari target audience terhadap brandmu. Dari situ, kamu juga bakal bisa melangkah sedikit demi sedikit untuk membangun brand dari bisnismu. Pokoknya gitu terus selama bisnismu masih eksis, karena…

“Branding itu marathon, bukan balapan sprint”

Itu tadi cara-cara branding modal kecil yang bisa kamu terapkan untuk bisnismu. Kalau kamu pengin tahu apa aja langkah branding yang bisa kamu lakukan saat ini, yuk konsultasi GRATIS bareng Brand Strategist Akarmula di sesi 60 Minutes About Your Brand! Booking sesinya di sini!

Questions to Consider

  • Kalau ingin naikin level branding bisnis, bisa nggak sih pakai modal yang kecil juga?
  • Apakah branding dengan modal kecil bakal membantu membuat budget marketing semakin efektif?
Article written by Herpinando Trisnu

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram