fbpx

7 Langkah Membuat Logo untuk Brand yang Baik dan Profesional

April 23, 2024

Berencana mau bikin logo untuk brand milikmu? Kalau bingung gimana cara bikin logo yang benar, kamu udah berada di jalur yang tepat nih karena kita bakal spill langkah membuat logo untuk brand yang benar.

Key Takeaways

  • Logo yang baik harus simple, mudah diingat, mudah diaplikasikan, dan relevan dengan brand identity.
  • Langkah membuat logo bisa dilakukan dengan mengevaluasi brand kita terlebih dahulu.

Sebelumnya, tahu nggak sih kalau logo itu merupakan salah satu brand touchpoint yang penting? Di sini, kamu bisa mengomunikasikan value dari brandmu dan bikin audiens ingat dengan bisnismu dalam waktu yang cepat, tentunya dengan logo yang tepat.

Untuk itu, kamu memerlukan logo yang dibuat secara mendalam dan didesain dengan baik. Gimana caranya? Di artikel ini kita bakal bahas 7 langkah membuat logo untuk brand yang baik dan profesional. Baca artikel ini sampai kelar!

Apa Aja sih Kriteria Logo yang Baik?

Sebelum kita bikin logo, kita perlu tahu dulu apa aja kriteria logo yang baik. Kalau sudah tahu kriterianya, bakal lebih mudah buat kamu untuk men-desain logo yang baik. Apa aja kriterianya? Mari disimak!

Simpel dan Mudah Diingat

Sudah pasti, logo yang baik itu logo yang simpel dan mudah diingat. Suatu logo brand yang baik tentunya bisa dikenal oleh orang-orang hanya dengan sekali lihat.

Selain itu, logo yang baik juga dapat dibaca atau diterka secara jelas oleh audiens. Ini agar orang-orang makin mudah mengingat logo apa yang sedang mereka lihat.

Relevan dengan Brand Identity

Kedua, logo yang baik itu juga harus relevan dan mewakili nilai-nilai yang ingin brandmu sampaikan. Oleh karena itu, pastikan kalau logo dari brandmu juga merefleksikan tidak hanya produk atau layanan, tetapi juga value dari bisnismu.

Mudah Diaplikasikan

Selanjutnya, logo brand milikmu harus dapat diaplikasikan di berbagai media dengan mudah dan fleksibel, mulai dari kemasan, billboard, sampai website dan media sosial.

Oleh karena itu, pastikan logomu dapat menyesuaikan berbagai ukuran, format, dan bisa diterapkan dengan warna hitam putih, tanpa kehilangan esensi desainnya.

Mudah Dikenali Audiens dan Menonjol dari Kompetitor

Terakhir, logo yang baik tentunya dapat menonjol dari kompetitor sehingga mudah dikenali oleh audiens. Bayangin deh kalau logo brand milikmu sama dengan kompetitor, bukannya kenal sama brandmu, malah lebih kenal sama kompetitor.

Nggak cuma itu, logo brandmu juga harus bersifat timeless. Ini penting agar logomu mudah dikenali oleh berbagai kalangan dari lintas generasi. Contohnya seperti logo Nike yang awet dari dulu.

7 Langkah Membuat Logo untuk Bisnismu

Setelah kita tahu nih apa aja kriteria logo yang baik, sekarang kita ke menu utamanya. Yuk kita ulas 7 langkah membuat logo yang baik untuk bisnismu!

Evaluasi Brand Dulu

Pertama, kamu perlu mengevaluasi brand dari bisnismu dengan memahami apa yang ada di dalam brand dan tujuan bisnisnya.

Suatu logo brand yang baik itu bisa mewakili bisnismu, jadi kamu perlu tahu terlebih dahulu apa yang ingin dicapai sama brand.

Di langkah ini, kamu bakal menyelami lebih dalam tentang esensi dari brand milikmu, mulai dari value, apa yang brand tersebut percaya, sampai brand voice dan archetype.

Kalau kamu bingung buat eksplorasi brandmu sendiri, kamu bisa konsultasi gratis di sesi 60 Minutes About Your Brand!

Riset Pasar dan Industrinya

Langkah selanjutnya tentu dengan riset pasar dan industrinya. Kamu perlu cari tahu gimana sih bentukan logo-logo kompetitor yang ada di industri yang sama dengan bisnismu?

Soalnya, meskipun logo mereka berbeda-beda, tetapi ada satu kesamaan antara logo-logo tersebut. Bahkan, kamu juga jadi tahu nih mana logo yang generic dan logo yang melenceng dari industri.

Selain itu, kamu juga perlu riset pasar. Karena dari situ, kamu jadi tahu kira-kira target pasarmu bakalan cocok nggak sih dengan desain logo tertentu.

Cari Tahu Logonya Mau Diaplikasikan di Mana Aja

Langkah ketiga, kamu perlu bikin list kira-kira logo dari brandmu nanti bakal diaplikasikan ke mana aja

Ini merupakan salah satu langkah yang penting juga. Meskipun nggak perlu nge-list semuanya, setidaknya kamu tahu di mana aja logomu bakal muncul.

Ini bisa beragam, apakah hanya muncul di kemasan aja, atau muncul di media sosial, atau di billboard yang ukurannya jauh lebih besar?

Dari sini, kamu bakal paham gambaran kira-kira nanti bentuk logomu seperti apa, apa aja warna yang bakal digunakan, font dari logonya seperti apa, tentunya yang cocok dengan media-media tersebut.

Bikin Sketsa untuk Berbagai Konsep Logo

Selanjutnya, kamu udah punya gambaran dan ide-ide nih kira-kira logo brand milikmu bakal seperti apa.

Setelah itu, ide-ide tersebut kamu wujudkan dalam bentuk sketsa coret-coretan di kertas. Kenapa harus coret-coretan?

Gini, coret-coret sketsa di kertas itu termasuk efektif karena kamu tidak memerlukan waktu untuk membuat bentuk yang tepat dalam bentuk grafis digital. 

Nggak hanya itu, sketsa di kertas itu juga bisa bikin kamu coret-coret sebebasnya dan bikin sketsa sebanyak-banyaknya.

Karena pada intinya, coret-coret di sketsa itu proses ngalirin ide-ide yang ada di kepala biar langsung keluar di kertas sketsa.

Taruh Sketsanya ke Dalam Bentuk Konsep Digital

Kita udah ngumpulin banyak sketsa nih, pasti ada dong beberapa yang cocok, seenggaknya tiga sketsa logo gitu. 

Dari sketsa tersebut, langsung deh kamu desain ke dalam bentuk sketsa digital atau vector. Di langkah ini, nanti kamu bakal desain sketsa logo menjadi draft logo yang kamu bayangkan.

Kamu bahkan bisa uji coba draft logo tersebut ke dalam bentuk mock-up seperti kemasan atau iklan. Namun kamu harus tetap ingat, tujuannya nggak cuma bikin logo yang bagus, tetapi juga bisa mengomunikasikan visi dari brand lewat sebuah logo.

Revisi…Revisi…Revisi Sampai Oke

Ini mungkin langkah yang dihindari sama semua orang, padahal langkah ini juga penting loh.

Saat mendesain logo, kamu juga perlu kumpulin feedback mulai dari kritik sampai saran tentang logomu. Ingat, sebagus apapun logonya menurutmu, yang melihat logonya nggak cuma kamu tapi banyak orang.

Jadi, kritik itu nggak selamanya hal yang buruk. Coba deh gali insight dari feedback yang kamu terima dan cari benang merah dari semua feedback itu. Lalu revisi deh sesuai masukan dari orang-orang yang memberimu feedback.

Jangan lupa juga pastikan kalau feedback dari mereka juga nggak mengubah esensi dan arti dari logo tersebut. Kalau dirasa feedback-nya nggak relevan buat hasil logomu, coba jelaskan dari perspektifmu logonya bakal seperti apa dan tujuannya apa.

Bikin File untuk Draft Final Logo dan Aplikasikan

Setelah berkutat dengan revisi, kamu pasti sudah mendapatkan logo yang cocok untuk kamu dan calon audience kan? Saatnya kamu siapkan file buat logo tersebut.

Pertama tentunya kamu bikin logo vector asli dari logo tersebut. Selanjutnya, kamu bikin logo dengan format PDF, setelah itu buat file logo dengan format webP atau PNG dengan background transparan. 

Nggak cuma itu, kamu juga perlu siapin logo file untuk warna hitam putih. Jangan lupa juga untuk pastikan agar font yang ada di file logo nggak berubah saat filenya dibuka oleh orang lain.

Tidak ketinggalan juga nih buatin guideline tentang logo, mulai dari logonya seperti apa, makna logo, warna yang digunakan, font yang digunakan, sampai contoh pengaplikasiannya.

Bingung Bikin Logo untuk Brandmu?

Itu tadi tujuh langkah membuat logo brand yang bisa kamu terapkan. Kalau kamu kebingungan membuat logo untuk bisnismu, kamu bisa percayakan Akarmula untuk desain logo bisnismu.

Lewat layanan Brand Strategy, Akarmula bakal bantu kamu untuk merancang dan mendesain strategi komunikasi brand yang tepat dan menancap di hati audiens, salah satunya desain logo untuk brand milikmu

Mau konsultasi dulu gimana cara bikin logo brand yang tepat? Yuk konsultasi gratis bareng Brand Strategist yang ahli dan berpengalaman di sesi 60 Minutes About Your Brand! Booking sesinya sekarang!

Questions to Consider

  • Bisa nggak sih langkah membuat logonya nggak dilakukan secara berurutan?
  • Kalau bikin logo untuk sub-brand apakah harus melalui langkah yang sama?
Article written by Herpinando Trisnu

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram