fbpx

Mengenal Apa Itu Brand Purpose dan Cara Menentukan Brand Purpose

March 26, 2024

Saat kamu membangun bisnis dan membangun brand, apa yang kamu impikan? Untung besar? Penjualan banyak? Atau orang-orang bakal mengingat brandmu? Lalu, kenapa brandmu harus ada di dunia ini? Kalau kamu belum bisa menjawab pertanyaan terakhir, saatnya untuk bisnismu menentukan brand purpose.

Key Takeaways

  • Brand purpose menjawab faktor “Why” dari kenapa suatu brand eksis.
  • Menentukan brand purpose bisa kamu mulai dengan menanyakan pada diri sendiri kenapa kamu ingin membangun bisnis?

Di dalam suatu pasar, pasti ada banyak bisnis yang memiliki usaha atau industri yang sama dengan bisnismu. Jumlahnya nggak cuma satu atau dua, tapi bisa mencapai ribuan atau bahkan jutaan.

Lalu, bagaimana caranya bisnismu dapat menonjol dibandingkan para kompetitor? Salah satunya adalah dengan mengejar diferensiasi, relevansi, dan menumbuhkan bisnis secara jangka panjang. Ini semua bakal bisa jalan kalau kamu sudah menentukan brand purpose yang bakal kamu bawa ke dalam bisnismu.

Lalu, apa sih sebenarnya brand purpose itu? Gimana caranya menentukan brand purpose untuk bisnis? Di artikel ini, kita bakal bahas tentang brand purpose dan cara menentukan brand purpose. Jadi, siapkan kopi atau teh favoritmu dan baca artikel ini sampai habis!

Apa Definisi dari Brand Purpose

Sebelum kita bahas definisi dari brand purpose, coba tanya pada dirimu sendiri, kira-kira apa sih alasan kamu ada di dunia ini? Apa sih tujuan kamu hidup di dunia ini?

Jadi, brand purpose itu bisa didefinisikan sebagai alasan tertinggi dari kenapa suatu brand itu eksis, tidak hanya untuk mencari keuntungan semata. Brand purpose ini menjawab faktor “Why” dari suatu brand.

Faktor “why” ini biasanya berhubungan dengan target market brand tersebut dan apa yang ingin diisi oleh brand tersebut dalam niche market mereka. Biasanya,”purpose” dari suatu brand bisa berasal dari refleksi atau pengalaman pemilik brand dari suatu hal.

Pandangan dan pengalaman ini yang menciptakan suatu gap di pasar yang harus mereka isi untuk mengubah suatu industri dan pasar yang ada.

Biasanya, brand purpose ini bisa memiliki latar belakang etis, moral, politis, atau ingin memberikan pilihan bagi orang-orang yang ingin menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Nggak cuma itu, brand purpose juga bisa dilatarbelakangi sebagai gebrakan yang ingin diciptakan oleh suatu bisnis untuk melewati batas dan mengubah dunia sebisa mungkin.

Yang paling penting, bisnis yang memiliki brand purpose itu bisa memberikan dampak dengan mengatasi pain points yang dimiliki oleh orang-orang dan terhubung secara emosional dengan mereka terkait tentang apa value yang mereka percaya dan kenapa brandmu hadir.

Kenapa Brand Purpose?

Menentukan brand purpose jadi hal yang perlu dilakukan di awal membangun brand. Bahkan, ini wajib dilakukan sebelum kita menyusun yang namanya brand positioning.

Dengan purpose yang kuat kita dapat menjangkau emosi pelanggan dengan lebih dalam. Lebih daripada itu, brand purpose yang kuat juga jadi alasan kenapa tim atau karyawan ingin bekerja berlama-lama dan membangun brand yang sedang kita perjuangkan.

Om Simon Sinek, author dari “Start with Why” pernah bilang kalau orang-orang tidak membeli apa yang kamu lakukan, mereka membeli alasan kenapa kamu melakukannya. Tujuannya bukan tentang berbisnis dengan semua orang yang membutuhkan apa yang dimiliki bisnismu, tetapi berbisnis dengan orang-orang yang percaya dengan apa yang kamu percayai.

Oleh karena itu, purpose-driven brand umumnya bakal menciptakan ikatan yang kuat dengan pelanggan mereka karena mereka percaya dengan hal yang sama. Makanya, pelanggan itu melihat brandmu sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar produk.

Apa Bedanya Brand Purpose dengan Visi Misi?

“Kalo kaya gini, berarti brand purpose sama aja dong dengan visi misi perusahaan?”

Nggak juga sih, brand purpose itu berada di antara berbagai aspek lain yang terkait dengan bisnis dan arah perusahaan. Oleh karena itu, brand purpose, visi-misi, dan value itu menjadi rangkaian yang tersusun bagi bisnis agar berjalan.

Lalu, apa aja sih perbedaan brand purpose dengan visi misi hingga value?

Purpose itu merupakan alasan kenapa brandmu eksis. Ini alasan tertinggi dari brandmu untuk hadir lebih dari sekadar mengejar keuntungan. Contohnya, seperti “memudahkan kebutuhan mobilitas bagi setiap orang di Indonesia”

Sedangkan visi itu ke mana brandmu ingin melangkah. Ini merupakan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh brand tersebut. Contoh dari visi ini, seperti “Membuat sistem ini dipercaya oleh masyarakat Indonesia secara luas”.

Kalau misi sendiri berfokus pada bagaimana caranya kamu mencapai visi tersebut. Biasanya, ini bisa bersifat spesifik, membahas taktik perusahaan, atau strategi untuk mencapainya. Contohnya, seperti “mengeliminasi kesulitan orang-orang untuk mengakses kemudahan mobilitas”.

Sementara value itu bagaimana sikap brandmu untuk mencapai tujuan tersebut. Ini dibangun oleh kultur perusahaan, apa sikap atau perilaku yang dihargai di perusahaan, apa pemikiran yang ada di dalam bisnis tersebut, dan sebagainya.

Jadi, setiap istilah itu bisa digambarkan dengan 3W1H. Brand purpose mewakili “Why”, visi mewakili “Where’, misi mewakili “What”, dan value mewakili “How”. Kalau digambarkan sebagai lingkaran, atau golden circle, “Why” dari brand purpose ini letaknya berada di pusat, karena ini yang bakal jadi landasan visi, misi, sampai value dari bisnismu.

Gimana Sih Wujudnya Brand Purpose Itu?

Brand purpose itu diawali dengan misi perusahaan dan apa yang bisnismu percayai. Ini nanti bakal menyebar ke kultur perusahaan, kode etik, sampai keputusan bisnis. Jadi, brand purpose itu bakal selalu bersinggungan dengan setiap bagian dari bisnismu.

Contohnya seperti ini, kamu punya brand yang memproduksi laptop yang percaya dengan nilai-nilai ramah lingkungan dan sustainability. 

Nilai-nilai tersebut nanti bakal ngalir nih ke bagaimana kamu mengembangkan dan memproduksi laptop dari brandmu. Kamu bakal menggunakan bahan berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan minim emisi.

Selain itu, kamu juga bakal merancang produk laptop tersebut agar dapat digunakan lebih lama dibandingkan laptop kompetitor, misalnya dapat digunakan dalam jangka waktu 10 tahun atau lebih. Harapannya, ini bakal mengurangi sampah elektronik akibat usia laptop yang rendah.

Saat memasarkan produk tersebut, strategi marketing dan message yang ingin dibawakan bakal berfokus meningkatkan kesadaran soal pentingnya sustainability dan produk yang ramah lingkungan. Ini bakal menyasar ke target audience yang tepat meskipun mungkin harganya lebih tinggi.

Bahkan, brandmu juga dapat mengeluarkan statement dalam isu-isu tertentu karena memiliki brand purpose yang kuat. Lewat statement dan pesan tersebut, kamu dapat meyakinkan kepada konsumen tentang value yang kamu pegang teguh.

Nggak cuma di produk, nilai ini juga bakal terefleksikan ke dalam kultur perusahaan yang menghargai lingkungan serta sustainability. Karyawanmu nantinya juga bakal mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan karena adanya brand purpose tersebut.

Ternyata, brand purpose ini bakal banyak bersinggungan sama bisnismu, kan?

Apa Sih Pentingnya Brand Purpose?

Lalu, kenapa sih brand purpose itu penting? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita bakal lihat statistik-statistik di bawah ini.

Penelitian yang dilakukan sama Cone Communication pada tahun 2018 di Amerika Serikat menunjukkan angka-angka seperti berikut:

  • 78% konsumen percaya kalau suatu perusahaan itu nggak cuma mencari keuntungan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat.
  • 77% konsumen merasa mereka lebih dekat dengan brand yang memiliki brand purpose yang kuat.
  • 66% konsumen mau beralih produk ke brand yang beroperasi secara purpose-driven dari brand tradisional.

Dari data statistik tersebut, udah mulai kelihatan kan gimana pentingnya brand purpose untuk bisnismu? Jadi, brand purpose ini merupakan sikap tertinggi suatu bisnis dan dapat menjadi tulang punggung bagi perubahan dan action yang dilakukan sama brand.

Banyak brand yang saat ini makin sadar besarnya potensi dari menghubungkan brand dengan audience melalui value mereka yang saling beresonansi. Ini membuat audience merasa mereka memiliki kedekatan dan nilai yang sama dengan brand.

Ditambah, konsumen juga pengin brand semakin transparan. Mereka pengin bahwa uang yang mereka keluarkan itu setidaknya tidak merugikan pihak lain atau memberikan manfaat bagi sekitar.

Brand dengan brand purpose yang kuat juga dapat meningkatkan loyalitas konsumen. Seperti yang kita ketahui, konsumen pengin mereka dekat dengan brand yang memiliki value yang selaras.

Saat suatu brand memiliki value yang sejalan dengan konsumen, konsumen bakal membuat keputusan pembelian berdasarkan hal tersebut dan mengesampingkan faktor lain, seperti harga, kualitas, ataupun faktor lainnya.

Kenapa Suatu Brand Harus Punya Brand Purpose?

Dari penjelasan di atas, kita udah mulai tahu sedikit nih kenapa suatu brand harus memiliki brand purpose. 

Kata kuncinya, brand dengan brand purpose yang jelas dan kuat bakal menciptakan hubungan antara bisnis dengan konsumennya.

Nggak cuma hubungan brand dengan bisnis, tetapi juga hubungan antara bisnis dengan kamu, dengan karyawanmu, bahkan dengan lingkungan sekitar. Apalagi, brand purpose ini juga bakal memengaruhi bagaimana bisnismu beroperasi.

Makanya itu, brand purpose ini juga bakal memengaruhi bagaimana kamu merekrut karyawan dan kandidat karyawan seperti apa yang bakal melamar ke perusahaanmu.

Apalagi, hubungan antara brand dengan manusia itu terjalin lewat kesamaan value dan hal yang mereka percaya, terlebih jika brand tersebut memiliki brand purpose yang jelas.

Dari segi bisnis, ini pun juga bakal penting karena brand purpose bakal mempersempit persaingan antar bisnis karena secara otomatis audience bakal menyaring brand melalui brand purpose dan value yang dimiliki. Tentunya, ini bakal bikin brandmu semakin menonjol.

Penjelasan tersebut bikin kita beralih ke pertanyaan baru, yaitu:

Apa Sih Manfaat Brand Purpose?
  1. Brand positioning jelas: Dengan brand purpose yang jelas, kamu dapat menempatkan brandmu dengan brand positioning yang tepat dan jelas. Bahkan, kamu juga bisa menetapkan harga dari produkmu lebih tinggi dibandingkan kompetitor karena konsumen bakal melihat brand positioning dari bisnismu.
  2. Meningkatkan value: Karena brand purpose dan brand positioningnya udah jelas, otomatis ini juga bakal meningkatkan value kepada bisnismu yang membuat konsumen juga semakin yakin.
  3. Brandmu jadi memiliki clarity yang jelas: Abaikan clarity, maka bisnismu bakal tersesat, konsumen juga belum tentu bakal percaya. Lewat brand purpose, kamu jadi tahu apa pendirian dari brandmu dan kamu bisa menyampaikannya secara lebih jelas.
  4. Ningkatin Customer Loyalty: Karena brand purpose, brandmu jadi bisa menjalin hubungan emosional yang kuat dengan konsumen. Tentunya ini bakal bikin konsumen loyal sama brandmu.
  5. Bisa menarik talent yang cocok sama bisnismu: Nggak cuma buat konsumen, brand purpose yang jelas juga dapat menarik talent yang tepat dan berkualitas bagi perusahaanmu. Ini karena calon karyawan tahu nih apakah nilai mereka sejalan dengan apa yang dipercaya sama bisnismu. Ini juga yang bikin karyawan nanti bakal setia dan senang bekerja di dalam bisnismu.

Gimana Cara Menentukan Brand Purpose?

Kita udah cari tahu nih serba-serbi tentang brand purpose. Sekarang, kita bakal masuk ke menu utama, yaitu gimana cara menentukan brand purpose untuk bisnismu? 

Kalau kamu masih kebingungan dalam menentukan brand purpose, kamu bisa tanyakan pada dirimu sendiri dan lakukan langkah ini:

Cari Tahu Apa yang Membuat Kamu Memulai Bisnismu?

Langkah pertama dalam menentukan brand purpose adalah dengan menanyakan “Why?”. Iya, dari semua langkah yang nanti bakal kamu jalani, remember to “start with why”.

Hampir semua brand memiliki tujuan tertentu yang didorong oleh faktor-faktor tersebut. Faktor ini nantinya yang bakal menjadi latar belakang keputusan perusahaan tersebut. Ini kamu temukan dengan menanyakan faktor “why” dari bisnismu.

Dengan menanyakan kenapa kamu memulai bisnismu, kamu bakal tahu kira-kira apa aja faktor yang mendorong kamu memutuskan untuk membangun brand, bahkan untuk faktor yang sebelumnya kamu tidak ketahui tetapi secara tidak sadar kamu lakukan.

Faktornya ini bisa jadi beragam nih, bisa mulai dari pengalaman masa lalu yang positif maupun negatif, melihat lingkungan dan keadaan sekitar, atau bahkan saat kamu berpikir suatu hal bisa diefisiensikan melalui solusi yang kamu bawa.

Kalau sudah ketemu, kamu tumpahkan itu ke dalam kertas, catatan, atau apapun itu, yang nantinya dapat menjadi manifesto dari brand milikmu.

Apa Masalah yang Ingin Diselesaikan Brandmu?

Setelah tahu faktor “why” dari dirimu probadi saat memulai bisnis, sekarang kita bakal menyelam lebih dalam dengan memahami apa aja sih masalah yang ingin kamu selesaikan.

Kamu juga perlu tahu secara spesifik masalah seperti apa yang terjadi di masyarakat, apa situasi yang menyebabkan masalah tersebut terjadi, dan apa yang membuat masalah tersebut membebani banyak orang.

Dari sini, kamu bisa mendeskripsikan value, keuntungan, hasil, dan perubahan apa yang bisa kamu sediakan untuk orang-orang melalui produkmu.

Kamu juga jadi punya gambaran nih kira-kira apakah brand dan produkmu bakal berdampak secara jangka panjang atau memengaruhi gimana cara pengguna produkmu melakukan aktivitas.

Apa yang Membuat Bisnismu Berbeda?

Selanjutnya, kamu perlu nyari nih apa kira-kira yang membuat bisnismu berbeda, apa kekuatan unik yang dimiliki oleh bisnismu.

Agar bisnismu menonjol di antara kompetitor, bisnismu perlu memiliki hal yang berbeda dibandingkan yang lain. Cari tahu dan jelaskan bagaimana bisnismu berbeda dibandingkan oleh kompetitior atau bisnis lainnya.

Diferensiasi yang ada juga bisa beragam, mulai dari proses produksi, user experience, apa aja kelebihan yang dimiliki, bahan yang digunakan, atau apapun itu. Pastinya, diferensiasi ini unik dan sulit ditemui di industrimu.

Contohnya, kamu pernah denger brand Noregon? Mereka adalah perusahaan diagnosis dan maintenance kendaraan bermotor. Bedanya, diagnosis dan maintenance mereka berfokus untuk kendaraan semi-truck dengan kebutuhan komersil. Beda dan menonjol banget, kan?

Kamu ingin Brandmu Dikenal Sebagai Apa?

Langkah selanjutnya, kamu perlu tahu kamu ingin brandmu dikenal sebagai apa. 

Suatu brand itu nantinya akan memberikan kesan kepada audience saat mereka berinteraksi dengan bisnismu. Kesannya bisa positif maupun negatif.

Biar kesan audience nggak liar dan lari kemana-mana, kamu perlu tegaskan nih kira-kira target konsumen dari bisnismu ingin menganggap brandmu sebagai apa. 

Dari situ, kamu bakal menemukan insight yang pakem untuk menjelaskan brandmu itu apa. Nantinya, insight tersebut kamu seleksi lagi sehingga hanya ada satu statement yang menjelaskan brandmu ingin dikenal sebagai apa.

Apa yang Ingin Kamu Ubah dari Dunia Saat Ini?

Tadi di awal kita udah cari tahu brandmu ingin menyelesaikan masalah apa sih. Sekarang, kita bakal cari tahu apa yang ingin kamu ubah dari dunia saat ini.

Percaya atau enggak, di dunia ini pasti ada masalah yang ada untuk kamu selesaikan lewat solusi yang kamu bawa. Coba deskripsikan kira-kira apa masalah tersebut dan bagaimana caramu untuk menyelesaikan masalah tersebut untuk konsumenmu.

Intinya, coba bagikan perspektif tentang bagaimana cara kamu memandang masalah yang ada dan bagaimana solusinya.

Apa Gebrakkan yang Ingin Kamu Bawa untuk Industri?

Tadi kita udah coba cari apa yang bikin bisnismu berbeda dan masalah apa yang ingin kamu selesaikan. Saat kamu memulai bisnis, kamu pastinya ingin melakukan hal yang berbeda.

Perbedaan ini bisa karena solusinya belum ada atau kompetitor tidak bekerja seefisien produkmu. Dari situ, kamu tahu nih apa gebrakkan dan perubahan yang ingin kamu bawa untuk industri.

Dari situ, coba kamu deskripsikan bagaimana caramu mengubah industri lewat gagasan yang brandmu miliki.

Apa yang Ingin Pelangganmu Rasakan dari Brandmu?

Terakhir, kamu perlu memahami apa yang ingin lihat dan rasakan dari brandmu. Ingat, brand itu kesan yang muncul di benak audience saat berinteraksi dengan bisnismu. Apalagi, sekarang audience juga berharap suatu bisnis memiliki kesan positif bagi mereka.

Orang-orang ingin suatu brand atau bisnis dapat berpengaruh baik nggak cuma bagi mereka, tetapi juga masyarakat, lingkungan sekitar, dan seluruh dunia.

Di sini, kamu bakal coba menyetarakan value dan apa yang kamu percaya dengan nilai, kepercayaan, keinginan, dan kekhawatiran yang dimiliki oleh pelangganmu.

Itu tadi beberapa cara untuk menentukan brand purpose. Kami juga tahu menentukan brand purpose itu nggak semudah yang banyak orang bayangkan.

Oleh karena itu, setelah menjawab dari beberapa pertanyaan serta langkah di atas, pasti ada beberapa pola jawaban yang sama yang kamu temukan di beberapa pertanyaan.

Di sini, kamu bisa mulai membuat brand purpose statement. Kira-kira, templatenya seperti ini.

“Tujuan kami adalah untuk….(kontribusi yang ingin diberikan)....sehingga dapat memberikan…(dampak atau hasil akhir yang diinginkan)”

Dari statement tersebut, kamu bisa menyesuaikannya sampai terasa pas dengan apa yang kamu inginkan dan sesuai.

Contoh Brand Purpose

Tadi kita sudah mencari tahu cara menentukan brand purpose, sekarang saatnya kita melihat apa aja sih contoh brand purpose yang dimiliki oleh brand-brand besar di dunia.

Crayola

Siapa yang dulu waktu kecil mewarnai pakai crayon dari crayola? Ternyata, crayola ini merupakan salah satu market leaders dalam industri crayon.

Crayola ini mendominasi banget nih dalam urusan mengeluarkan potensi kreativitas buat anak-anak, brand purpose dari Crayola pun menarik, yaitu:

Unleash the originality in every child”

Nggak cuma potensi kreativitas, Crayola juga ingin mengeluarkan potensi anak-anak sehingga mereka menciptakan originalitas melalui kreativitas tersebut.

Nike

Selanjutnya ada brand yang udah sering di-mention sama Akarmula, yaitu Nike. Nike merupakan salah satu brand sportswear terbesar dan paling impactful di dunia, dan itu bukan tanpa alasan.

Nike memiliki brand purpose, yaitu “Our purpose is to move the world forward through the power of sport. Worldwide, we’re leveling the playing field, doing our part to protect our collective playground, and expanding access to sport for everyone.

Brand purpose tersebut diterapkan oleh Nike melalui komitmen untuk membangun tim yang inklusif dan setara dengan latar belakang yang beragam. Tidak hanya itu, Nike juga membangun kesempatan bagi anak-anak dan masyarakat untuk mengakses sumber daya yang dapat membuat mereka tampil lebih baik lewat inovasi yang sustainable dari Nike.

Patagonia

Selanjutnya ada salah satu brand yang paling idealis, yaitu Patagonia. Patagonia sendiri didirikan agar orang-orang dapat mengeksplorasi alam sambil menjaga kelestarian alam tersebut.

Oleh karena itu, brand purpose dari Patagonia sendiri adalah “Patagonia is in business to save our home planet”. Di sini, Patagonia berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan nilai tersebut diterapkan ke seluruh karyawannya.

Nggak heran kalau Patagonia menjadi salah satu brand paling idealis sekaligus inspiratif karena memprioritaskan kelestarian lingkungan dibandingkan mengejar keuntungan.

Sudah Siap Menentukan Brand Purpose Bisnismu?

Menentukan brand purpose memang tidak semudah yang banyak orang kira. Ada banyak hal yang perlu kamu pikirkan agar dapat menemukan purpose yang tepat secara jangka panjang.

Untuk membantumu menemukan brand purpose dari bisnismu, Akarmula menyediakan layanan 60 Minutes About Your Brand, sebuah layanan konsultasi GRATIS untuk brand yang kamu miliki, seperti menentukan brand purpose, kamu bisa mendaftar dan menikmati layanan ini di sini. 

Questions to Consider

  • Menentukan brand purpose ini hanya dipikirkan oleh brand owner saja apa perlu didiskusikan dengan semua stakeholder yang ada dalam bisnis tersebut?
  • Boleh nggak sih brand purpose berubah sesuai perkembangan jaman?
Article written by Herpinando Trisnu

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram