fbpx

Ingin Menciptakan Strategi Diferensiasi untuk Bisnis? Baca Ini Terlebih Dahulu!

April 30, 2024

Mengawali suatu bisnis itu sulit, apalagi kalau industrinya itu udah banyak kompetitor. Bayangin gimana ketatnya persaingan dalam merebut hati konsumen kalau udah banyak kompetitor yang sama dengan brandmu. Maka dari itu, kamu perlu untuk menciptakan strategi diferensiasi agar bisnismu menonjol dibanding yang lain.

Key Takeaways

  • Strategi diferensiasi itu suatu pendekatan dalam proses pengembangan bisnis dengan menyediakan produk, layanan, atau value yang berbeda dan terkesan unik dibandingkan kompetitor yang ada di pasaran.
  • Untuk menciptakan strategi diferensiasi, kamu perlu memahami brand purpose, riset pasar, mengembangkan diferensiasi, hingga membangun cerita.

Menciptakan strategi diferensiasi untuk brand bukan perkara mudah. Berbagai riset dan tahapan brainstorming perlu dilakukan.

Pemilik brand perlu menggali banyak data dan mencoba mencari mana yang bisa memperkuat diferensiasi produk miliknya. Lalu, apa aja sih yang perlu dipertimbangkan saat menciptakan strategi diferensiasi agar diferensiasi produk dan brand semakin kuat?

Di artikel ini, kita bakal bahas beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang strategi diferensiasi. Biar kamu tahu nih kalau strategi diferensiasi itu hal yang cukup menantang tapi hasilnya bakal berharga banget bagi bisnismu kalau diterapkan dengan benar. Yuk baca artikelnya sampai habis!

Apa Itu Strategi Diferensiasi?

Sebenarnya, apa sih strategi diferensiasi itu?

Jadi strategi diferensiasi itu suatu pendekatan dalam proses pengembangan bisnis dengan menyediakan produk, layanan, atau value yang berbeda dan terkesan unik dibandingkan kompetitor yang ada di pasaran.

Tujuannya dari strategi diferensiasi itu untuk meningkatkan keunggulan kompetitif atau competitive advantage dari bisnis yang kamu miliki. 

Ini sesuai dengan kata-kata om Michael Porter yang bilang kalau cuma ada dua cara buat dapetin keunggulan kompetitif.

Pertama adalah dengan perang harga tapi bisa menawarkan yang sama atau lebih dari kompetitor. Namun, strategi ini justru bakal jadi bumerang karena bisnismu nggak bisa terus-terusan perang harga, apalagi kalau ada kompetitor maupun subtitusi yang bisa menggantikan brandmu.

Cara kedua dan cara yang terbaik bisa dilakukan oleh bisnis adalah dengan menjadi berbeda. Memisahkan diri dari kompetitor dengan cara yang relevan dan bisa menarik pelanggan potensial.

Biasanya, suatu bisnis bisa menemukan diferensiasinya dengan menganalisis kelebihan dan kekurangan yang dimiliki serta apa aja yang dibutuhkan oleh konsumen hingga value yang bisa bisnismu berikan.

Ada dua tipe strategi diferensiasi yang biasanya digunakan oleh bisnis. Pertama broad differentiation, yang mana bisnis bakal bikin diferensiasi dari kompetitor yang bakal memenuhi kebutuhan konsumen secara luas.

Kedua ada focused differentiation strategy. Sesuai namanya, strategi ini membuat bisnis menciptakan fitur atau produk yang unik sehingga cocok bagi sebagian kecil pasar yang memang membutuhkan fitur tersebut, atau istilahnya niche market.

Udah nangkep kan kira-kira bayangan dari strategi diferensiasi itu apa?

Apa Aja Keuntungan Strategi Diferensiasi?

Lalu, apa aja sih keuntungan dari strategi diferensiasi? Ternyata, strategi diferensiasi bakal bikin brandmu ngerasain manfaatnya secara jangka panjang. Apa aja? Kita ulas satu persatu!

Bikin Menonjol di Antara Kompetitor

Salah satu manfaat utama dari menerapkan strategi diferensiasi adalah bisnismu jadi punya produk atau layanan yang berbeda dan tidak dimiliki kompetitor.

Karena biasanya perbedaan tersebut untuk memenuhi apa yang tidak dimiliki oleh kompetitor, jadinya bisnismu punya keunggulan nih karena dapat membuat brandmu menonjol di pasaran dan menarik minat konsumen.

Apalagi, bisanya konsumen juga bakal nyari yang berbeda yang mereka inginkan tapi belum dapat dipenuhi brand lain sehingga brandmu bisa masuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Membentuk Customer Loyalty

Karena tadi konsumen jadi bisa mendapatkan apa yang tidak mereka dapatkan di brand kompetitor, tentunya mereka bakal jadi konsumen yang loyal dan setia terhadap brandmu.

Sekarang, apa sih alasan bagi konsumen untuk beralih kalau brandmu bisa memenuhi apa yang mereka inginkan? Nggak ada kan? Jadinya mereka bakal loyal sama brandmu.

Namun, kamu juga harus ingat kalau diferensiasi yang kamu miliki ini juga harus diterapkan secara efektif dan memang dibutuhkan oleh konsumen.

Nggak Perlu Saingan Harga sama Kompetitor

Karena kamu udah punya diferensiasi nih, otomatis kamu nggak perlu perang harga lagi sama kompetitor.

Kalau biasanya antar brand di pasar saling perang siapa yang punya harga paling murah, di sini kamu nggak perlu khawatir karena produkmu punya value yang berbeda dibandingkan kompetitor melalui strategi diferensiasi.

Contohnya, saat brand berlomba-lomba bikin produk minuman teh kemasan dengan harga yang paling murah, kamu justru tidak perlu melakukan itu karena mengeluarkan produk teh dengan varian rasa lebih banyak atau menggunakan bahan yang lebih sehat misalnya. Otomatis konsumen juga bakal memilih produkmu.

Produk dari Brandmu Susah Digantikan

Ini yang paling penting. Lewat strategi diferensiasi yang tepat dan strategi marketing yang ngena, produkmu bakal susah digantikan sama produk dari brand lain.

Hal ini karena lewat strategi diferensiasi, konsumen sudah mendapatkan kesan dan menanamkan pemikiran kalau produkmu itu satu-satunya yang cocok bagi mereka.

Contohnya seperti Energen. Kita tahu kalau Energen membawa inovasi sereal yang bisa diminum sehingga dinilai jadi sarapan atau asupan yang praktis. Namun, kamu tahu nggak sih kalau di pasaran ada berbagai brand yang serupa seperti GoWell? 

Karena orang-orang tahunya Energen itu minuman sereal yang cocok, mereka belum tentu mau menggantikan Energen dengan brand lainnya.

Bisa Dapetin Profit Lebih Besar

Manfaat yang paling disukai oleh banyak orang tentunya adalah bisa meraup profit lebih besar.

Anggaplah kalau strategi diferensiasi produk dari bisnismu itu menambahkan value atau fitur lebih yang dicari oleh banyak orang tetapi tidak dimiliki oleh kompetitor. 

Di sini, kamu jadi bisa mencantumkan harga lebih agar orang-orang mau mendapatkan value yang ada di produkmu. Maka dari itu, bisnismu akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Apa Aja Tantangan dari Strategi Diferensiasi?

Kalau kita lihat dari manfaatnya aja, sekilas strategi diferensiasi ini menarik banget untuk bisnismu. Namun, ternyata menciptakan dan menjalankan strategi diferensiasi itu juga ada tantangannya loh. Apa aja?

Diferensiasi Fitur Nggak Selamanya Efektif (dan Abadi)

Brand biasanya bakal membanggakan kalau mereka bisa membuat fitur yang belum dimiliki sama kompetitor dan beda dengan yang ada di pasaran.

Masalahnya, saat fiturnya memang bagus, nggak jarang kompetitor bakal meniru dan meningkatkan fitur dari produkmu dengan cara mereka. Iya nggak? Atau bahkan nanti bisnismu yang bakal jadi serupa dengan kompetitor seiring berjalannya waktu.

Atau ada kemungkinan lain, seperti ternyata fitur dari produkmu nggak cocok di target market manapun, diferensiasimu masih belum bisa bersaing dengan kompetitor yang sudah ada, atau kompetitor bisa mengejar keunggulan kompetitif dari bisnismu dalam waktu singkat.

Melawan Pasar yang Semakin Jenuh

Tidak hanya diferensiasi yang menjadi nggak efektif, kamu juga harus bersaing dengan pasar yang sudah semakin jenuh.

Misalkan kamu memiliki produk analytic tool untuk Instagram, bagaimana kamu bisa membuat diferensiasi di antara ratusan analytic tool yang sudah ada, ditambah meyakinkan calon konsumen untuk menggunakan produkmu? 

Pastinya kamu memerlukan strategi diferensiasi yang membuat bisnismu menonjol.

Strategi Diferensiasi lewat Harga Juga Nggak Bakal Efektif

Banyak bisnis yang strategi diferensiasinya menggunakan harga sebagai keunggulan kompetitifnya, seperti menawarkan harga serendah mungkin.

Namun, strategi ini nggak bakalan efektif. Bisnismu belum tentu bakal bisa terus-terusan bermain dengan harga yang rendah. Di sisi lain, di masa depan bakal ada kompetitor yang bisa menawarkan harga lebih rendah dari produkmu.

Jadi, pastikan juga strategi diferensiasi yang kamu pilih itu efektif dan bertahan secara jangka panjang.

Contoh-Contoh Strategi Diferensiasi

Ternyata, ada beberapa jenis atau tipe strategi diferensiasi yang bisa digunakan oleh brand, antara lain:

Menjadi yang Pertama

Kalau kita bicara diferensiasi, tentu yang ada dipikiran adalah menjadi yang berbeda dan pertama.

Memiliki inovasi produk yang belum pernah ada sebelumnya ternyata bakal jadi keunggulan yang cukup absolut. Hal ini karena orang-orang kemungkinan besar bakal mengasosiasikan brandmu dengan produk tersebut.

Contohnya seperti Coca-Cola, mereka menjadi brand pertama yang mengomersilkan minuman kola. Kita tentunya tahu ada berbagai brand minuman kola lainnya, seperti Pepsi dan Big Cola. Namun, orang-orang bakal lebih familiar dengan Coca-Cola.

Punya Fitur Utama yang Menjadi Unggulan

Diferensiasi selanjutnya adalah fitur unggulan atau kelebihan yang dimiliki oleh produkmu. Tentu masing-masing produk memiliki kelebihan tersendiri dan ini jadi tugasmu untuk mencari apa kelebihan dari produkmu.

Contohnya, restoran Jepang A menggunakan nasi pulen khas Jepang untuk menu nasi katsunya, sedangkan restoran B menggunakan daging impor dari Jepang untuk menu nasi katsu, sementara itu bisa jadi restoran Jepang milikmu menggunakan saus khas asli Jepang dalam menu nasi katsu.

Tentunya, semua produk dari semua brand tersebut memiliki fitur unggulan khas sesuai apa yang dicari oleh konsumen nantinya.

Menjadi Produk Pilihan Beberapa Kalangan

Diferensiasi ini bakal bersinggungan banget dengan strategi marketing dari suatu bisnis. Karena diferensiasi ini mencoba untuk memengaruhi calon konsumen terhadap suatu produk dengan menggunakan preferensi dari orang yang dipercaya.

Contohnya, “9 dari 10 dokter merekomendasikan pasta gigi A”, atau “Bumbu pilihan para koki bintang lima”.

Sekarang, ini menjadi tugasmu untuk mengembangkan produk yang dapat menjadi preferensi para ahli yang dipercaya banyak orang.

Diferensiasi Lewat Sejarah

Diferensiasi produk juga bisa melalui sejarah atau warisan sejarah, karena biasanya orang-orang bakal merasa lebih percaya dengan brand yang punya sejarah panjang.

Contohnya seperti Bakmi Gang Kelinci yang udah berdiri sejak tahun 1957 dan menjadi salah satu rumah makan bakmi terkenal. Selain itu ada juga Bear Brand yang udah terkenal kebaikannya sejak tahun 1930-an.

Menegaskan untuk Menjadi Market Leader

Orang-orang bakal lebih suka dengan sesuatu yang pasti, yang terjamin, dan yang sudah memimpin. Bagi mereka, ini merupakan pilihan yang aman saat dihadapkan oleh berbagai pilihan.

Begitu juga dengan produk. Saat produkmu menjadi market leader, tegaskan bahwa produk dan brandmu adalah market leader dengan reputasi yang baik. Dari klaim tersebut, calon konsumen bakal yakin dan percaya untuk menggunakan produk dari brandmu.

Niche Product untuk Niche Market

Daripada bersaing di kolam industri yang lebih besar, coba fokuskan kembali ke target pasar yang kecil tapi punya potensi besar atau niche market.

Biasanya, bisnis yang bermain di niche market bakal dianggap berpengalaman di niche tersebut bagi calon konsumen.

Salah satunya seperti brand Noregon. Mereka adalah perusahaan diagnosis dan maintenance kendaraan bermotor. Bedanya, diagnosis dan maintenance mereka berfokus untuk kendaraan semi-truck dengan kebutuhan komersil. Niche banget, kan?

Produksi Produk dengan Cara yang Spesial

Selanjutnya, diferensiasi ini menggunakan desain, teknologi, atau bahan yang berbeda agar menonjol di pasaran. 

Salah satunya seperti teknologi Dri-Fit dari Nike, lalu ada Aerostreet dengan klaim menggunakan teknologi Shoes Injection Mould, belum lagi produk dari TV Shopping yang menggunakan batu magnet sebagai alat kesehatan, dan sebagainya. 

Tentunya itu akan meyakinkan calon konsumen kalau produk tersebut membawa produk yang berbeda dan lebih mutakhir.

Viral di Momen yang Tepat

Kalau ini diferensiasinya bergantung pada momen. Saat brandmu tumbuh dan menemukan momentum yang tepat, kamu perlu mengelola momentum tersebut agar tetap tinggi.

Masih ingat saat pandemi kemarin, kebanyakan dari kita meeting menggunakan Zoom bahkan sampai sekarang? Padahal, di saat yang sama ada kompetitor dengan alternatif yang menarik, seperti Skype, Google Meet, bahkan Discord. 

Namun, Zoom berhasil mengelola momentum tersebut yang membuat mereka masih menjadi salah satu market leader sampai sekarang.

Gimana Caranya Menciptakan Strategi Diferensiasi?

Terus, gimana sih caranya menciptakan strategi diferensiasi? Yuk kita spill satu-satu!

Tentukan Brandmu ingin Menjadi Apa

Langkah pertama dalam menciptakan strategi diferensiasi tentunya adalah dengan menentukan ingin menjadi apa brandmu.

Kamu harus paham dulu apa spesialisasi brandmu dalam industri? Kamu juga perlu mengevaluasi apa aja yang penting untuk bisnismu dan produkmu.

Kalau kamu udah menemukan spesialisasimu, semakin spesial produkmu, semakin menonjol juga brandmu nantinya.

Riset Target Market

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan riset. Dengan melakukan riset target market, kamu jadi bisa menyesuaikan produk apa yang bisnismu tawarkan dengan apa yang dibutuhkan sama calon konsumenmu.

Nggak cuma itu, riset target market juga bakal membuat kamu memahami apa aja potensi diferensiasi yang bisa membuat produkmu menjadi semakin menarik bagi konsumen. 

Biar lebih jelas lagi, sebaiknya kamu memerlukan survei target market untuk mengumpulkan data yang lebih akurat tentang apa aja yang mereka cari dan mereka butuhkan.

Kembangkan Pembeda dari Bisnis dan Produkmu

Langkah ini penting agar kamu bisa menemukan diferensiasi dari produk dan brandmu. Coba deh bikin daftar diferensiasi dari brand dan produkmu mulai dari yang umum ditemui sampai yang niche.

Atau kalau kamu kebingungan, kamu bisa memulai dari daftar diferensiasi ini sebelum lanjut ke diferensiasi yang lebih sempit, antara lain:

  • Layanan
  • Produk
  • Hubungan dengan Konsumen
  • Harga
  • Reputasi dan Value
  • Distribusi

Dari situ, nanti bisa kamu kembangkan lagi untuk menemukan apa sih diferensiasi sejati dari brand dan produkmu agar menonjol di pasaran.

Bangun Cerita Keunikan Brandmu

Karena kamu udah mulai menemukan diferensiasi dari produk dan brandmu nih, mulai untuk membangun cerita juga melalui brand story dan storytelling marketing.

Membangun cerita ini penting karena semakin menonjolkan kalau brandmu berbeda dengan kompetitor yang ada. Apalagi, cerita yang kamu bangun ini sudah pasti tidak dimiliki oleh brand pesaing.

Untuk membangun cerita tentang diferensiasi brandmu, coba lihat visi, misi, value, dan brand purpose untuk mengembangkan cerita dan menunjukkan apa yang membuat kamu berbeda daripada yang lain.

Lalu, bangun cerita dengan narasi yang mudah diterima target audiens dan membuat mereka tertarik dengan ceritamu.

Bentuk Brand Image

Setelah kamu mengimplementasikan strategi diferensiasi tersebut, saatnya untuk membangun brand image tentang diferensiasimu.

Ingat tadi di awal kalau reputasi dari brand atau produk dapat menjadi diferensiasi? Di sini, kamu perlu membangun brand image dengan kesan yang dapat menarik minat sampai kepercayaan konsumen.

Perlu diingat, proses ini merupakan proses jangka panjang sampai akhirnya banyak orang percaya dengan brandmu.

Itu tadi serba-serbi menentukan strategi diferensiasi yang perlu kamu ketahui. Membangun diferensiasi itu merupakan proses jangka panjang agar konsumen bisa menangkap kalau brandmu itu berbeda.

Kalau kamu masih kebingungan, Akarmula menyediakan layanan 60 Minutes About Your Brand, sebuah layanan konsultasi GRATIS untuk brand yang kamu miliki, seperti menciptakan strategi diferensiasi., kamu bisa mendaftar dan menikmati layanan ini di sini.

Questions to Consider

  • Apakah tiap brand architecture yang berbeda membutukan strategi diferensiasi yang berbeda?
  • Perlu nggak sih kita rutin mengaudit diferensiasi?
Article written by Herpinando Trisnu

More Insights

All Right Reserved © 2024 Akarmula
arrow-down
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram